Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Driver Ojol Bang Ipul yang Lawan Begal di Cikarang Timur

Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Driver Ojol Bang Ipul yang Lawan Begal di Cikarang Timur

  • account_circle Admin
  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
  • comment 0 komentar
Percobaan begal ojol di Pantura Cikarang Timur jadi sorotan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Percobaan begal ojol di Pantura Cikarang Timur jadi sorotan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

INFO CIKARANG – Aksi percobaan pembegalan terhadap seorang pengemudi ojek online terjadi di Jalan Pantura Rengas Bandung, Kampung Kosambi, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, tepatnya di dekat PT MRI, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.09 WIB.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang merespons kejadian itu pada Sabtu (3/1/2026).

Korban pembegalan diketahui bernama Saiful Anwar (35), yang akrab disapa Bang Ipul, warga Desa Labansari, Cikarang Timur.

Aksi keberanian Bang Ipul melawan pelaku begal saat bertugas sebagai driver ojol menuai simpati publik, termasuk dari orang nomor satu di Jawa Barat.

Sebagai bentuk perhatian, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan kejutan berupa video call langsung kepada Bang Ipul.

Momen tersebut diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi.

Dalam percakapan itu, Kang Dedi menanyakan aktivitas keseharian Bang Ipul sebagai pengemudi ojek online, serta kronologi kejadian pembegalan yang dialaminya saat melintas di lokasi kejadian.

Di akhir perbincangan, seperti yang kerap dilakukannya, Gubernur Jawa Barat memberikan bantuan uang kepada Bang Ipul.

Bantuan tersebut diperuntukkan untuk melunasi cicilan BPKB sepeda motor yang digunakan Bang Ipul untuk bekerja, sekaligus titipan rezeki untuk sang istri.

Aksi ini pun menuai beragam respons positif dari warganet, yang menilai perhatian kepala daerah terhadap masyarakat kecil sebagai bentuk empati dan kepedulian nyata terhadap keselamatan pekerja informal di jalanan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Baru Begal Berkedok Pocong Bikin Resah Warga Cikarang, Empat Pelaku Diduga Beraksi Saat Jalan Sepi

    Modus Baru Begal Berkedok Pocong Bikin Resah Warga Cikarang, Empat Pelaku Diduga Beraksi Saat Jalan Sepi

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Cikarang dibuat resah dengan munculnya dugaan modus pembegalan berkedok pocong yang terjadi di kawasan jalan sepi pada malam hari. Peristiwa tersebut ramai dibicarakan setelah video dan kesaksian korban beredar di media sosial. Berdasarkan keterangan salah seorang warga yang berada di lokasi, kejadian itu terjadi saat dirinya bersama seorang temannya hendak mencari […]

  • Pencurian terjadi di rumah kos Pasir Konci, Jalan Attaqwa, Kabupaten Bekasi. Pelaku diduga masuk saat kosan dalam keadaan kosong.

    Kosan di Cikarang Dibobol Pencuri, Harta Benda Milik Penghuni Raib

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Aksi pencurian terjadi di sebuah rumah kos di Pasir Konci, Jalan Attaqwa, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Pelaku diduga masuk ke dalam kosan saat para penghuni sedang tidak ada. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 12.15 WIB, saat suami korban pulang dari masjid. Setibanya di kosan, korban mendapati sejumlah barang berharga […]

  • Ismail Marjuki: Politik Uang Harus Dihindari dalam Muktamar, Rekam Jejak Calon Wajib Jadi Pertimbangan

    Ismail Marjuki: Politik Uang Harus Dihindari dalam Muktamar, Rekam Jejak Calon Wajib Jadi Pertimbangan

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kader muda Nahdlatul Ulama (NU), Ismail Marjuki, menilai praktik politik uang atau money politics harus dihindari dalam pelaksanaan Muktamar NU. Menurutnya, budaya transaksional berpotensi merusak tatanan demokrasi organisasi dan melahirkan pemimpin yang tidak amanah. “Politik uang dalam muktamar harus dihindari karena dapat merusak tatanan demokrasi organisasi. Jangan sampai pilihan terhadap pemimpin ditentukan […]

  • Tarif Gratis Trans Wibawa Mukti Diperpanjang hingga 2025: Begini Penjelasan Pemkab Bekasi!

    Tarif Gratis Trans Wibawa Mukti Diperpanjang hingga 2025: Begini Penjelasan Pemkab Bekasi!

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi membuat keputusan yang sangat menguntungkan bagi warga dan pengguna transportasi umum di daerah tersebut. Mereka memperpanjang pemberlakuan tarif Rp0 atau layanan gratis untuk BisKita Trans Wibawa Mukti hingga akhir tahun 2025. Sebelumnya, layanan gratis ini hanya berlaku selama uji coba pada Desember 2024, namun kini pemerintah memutuskan untuk […]

  • Sengketa Tanah di Tambun Selatan, Warga Cluster Setia Mekar 2 Menolak Eksekusi

    Sengketa Tanah di Tambun Selatan, Warga Cluster Setia Mekar 2 Menolak Eksekusi

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Tambun Selatan kembali ramai dengan sengketa tanah. Kali ini, eksekusi terjadi di belakang Pasar Rawakalong, tepatnya di Cluster Setia Mekar 2, Jl. Bumi Sani. Kasus ini diduga terkait sertifikat tanah ganda, yang menyebabkan konflik antara warga dan pihak yang mengklaim tanah tersebut. Warga Cluster Setia Mekar 2 dengan tegas menolak eksekusi lahan […]

  • Pemuda Cikarang Kota Kesulitan Cari Kerja di Wilayah Sendiri, Pemerintah Desa Dinilai Tutup Mata

    Pemuda Cikarang Kota Kesulitan Cari Kerja di Wilayah Sendiri, Pemerintah Desa Dinilai Tutup Mata

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Ironi terjadi di jantung kawasan industri. Di tengah deretan pabrik dan perusahaan besar yang tumbuh di Cikarang Utara, para pemuda Desa Cikarang Kota justru kesulitan mendapatkan pekerjaan di wilayahnya sendiri. Mereka menilai, pemerintah desa seolah menutup mata terhadap keresahan warganya. Yoga Rindang (25), salah satu pemuda setempat, mengaku sudah berbulan-bulan mencari pekerjaan […]

expand_less