Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Utang RSUD Kabupaten Bekasi Tembus Rp60 Miliar, Ternyata Dipicu Pasien dari Luar Daerah

Utang RSUD Kabupaten Bekasi Tembus Rp60 Miliar, Ternyata Dipicu Pasien dari Luar Daerah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Ming, 12 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Ilustrasi RSUD Kabupaten Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai melakukan pembenahan tata kelola BLUD setelah adanya temuan BPK terkait pengelolaan keuangan rumah sakit.

Ilustrasi RSUD Kabupaten Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai melakukan pembenahan tata kelola BLUD setelah adanya temuan BPK terkait pengelolaan keuangan rumah sakit.

INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan keuangan di RSUD Kabupaten Bekasi.

Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut diminta segera membenahi tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) setelah pengelolaan belanja dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Bekasi, Benie Yulianto Iskandar, mengatakan Plt Bupati Bekasi telah mengeluarkan sejumlah instruksi kepada Direktur RSUD Kabupaten Bekasi sebagai langkah percepatan perbaikan tata kelola keuangan dan pelayanan.

Menurut Benie, terdapat tiga poin utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Pertama, penyusunan anggaran pendapatan dan belanja harus menggunakan data yang valid.

Kedua, memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk menjalin kerja sama pembiayaan pasien dengan pemerintah daerah sekitar.

Ketiga, mengoptimalkan penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) serta pengelolaan kas, pendapatan, dan biaya.

“Direktur RSUD telah diperintahkan agar dalam menganggarkan pendapatan dan belanja menggunakan data yang valid. Kemudian berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah sekitar terkait pembiayaan pasien yang bukan penduduk Kabupaten Bekasi,” ujar Benie dalam keterangan resminya dikutip Minggu, (12/7/2026).

Selain itu, Kepala Bagian Keuangan RSUD Kabupaten Bekasi selaku Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK-SKPD) juga diminta memperkuat koordinasi dalam penyusunan RBA agar pengelolaan keuangan BLUD berjalan lebih tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Arief Kurnia, mengungkapkan salah satu persoalan yang menjadi sorotan BPK adalah belum adanya kerja sama resmi antara RSUD Kabupaten Bekasi dengan pemerintah daerah sekitar dalam pembiayaan pasien luar daerah.

Menurut Arief, RSUD tidak memiliki kewenangan untuk menolak pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk warga yang berasal dari luar Kabupaten Bekasi.

Namun, belum adanya perjanjian kerja sama antar pemerintah daerah membuat proses penagihan dan pembayaran biaya pelayanan kesehatan sering mengalami kendala.

“Kita akan mengundang kepala dinas kesehatan dari daerah-daerah sekitar agar bisa menjalin kerja sama dengan RSUD Kabupaten Bekasi. Tujuannya supaya pasien dari daerah mereka yang berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi memiliki mekanisme pembiayaan yang jelas,” katanya.

Arief menjelaskan, selama ini RSUD Kabupaten Bekasi juga melayani pasien yang berasal dari Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, hingga Kabupaten Bogor.

Akan tetapi, karena belum terdapat kerja sama resmi mengenai pembiayaan, proses penyelesaian pembayaran pelayanan kesehatan kerap tidak memiliki kepastian.

“Pasien tidak boleh ditolak, tetapi memang kerja sama pembiayaannya belum ada sehingga pembayaran menjadi terkendala. Intinya, BPK menginginkan adanya perbaikan terhadap tata kelola tersebut,” ujarnya.

Sebagai anggota Dewan Pengawas RSUD Kabupaten Bekasi, Arief menambahkan bahwa langkah-langkah perbaikan akan dibahas melalui rapat dewan pengawas yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas RSUD yang secara ex officio dijabat Kepala BPKAD Kabupaten Bekasi.

Ia berharap rapat tersebut dapat segera dilaksanakan sehingga berbagai rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dapat ditindaklanjuti dan tata kelola keuangan maupun pelayanan RSUD Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik ke depannya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabupaten Bekasi Ungguli Bogor dan Purwakarta di Ajang Smart City Jawa Barat

    Kabupaten Bekasi Ungguli Bogor dan Purwakarta di Ajang Smart City Jawa Barat

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan taringnya di tingkat Provinsi Jawa Barat! Pada tahun 2024, daerah ini dinobatkan sebagai juara pertama program kota cerdas (smart city), mengungguli berbagai kabupaten lain. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia, yang mengakui inovasi dan dedikasi Kabupaten Bekasi dalam mengimplementasikan teknologi modern untuk pelayanan […]

  • Akun media sosial Pandu Bone, influencer asal Bekasi, disorot publik menyusul dugaan masalah kerja sama endorse dengan pelaku UMKM. (Instagram)

    Biodata Pandu Bone, Influencer Asal Bekasi yang Terseret Dugaan Masalah Endorse UMKM

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Nama Pandu Bone mendadak ramai dibicarakan warganet. Influencer asal Bekasi ini disorot setelah muncul dugaan penelantaran kerja sama endorse yang merugikan sejumlah pelaku UMKM. Isu tersebut mencuat di media sosial setelah beberapa pengusaha kecil mengaku telah menyetorkan biaya promosi, namun konten yang dijanjikan tak pernah dipublikasikan hingga melewati tenggat waktu. Perbincangan soal […]

  • Air Mata Warga Tambun Salah Eksekusi: Rumah Digusur, Hak Milik Masih Berlaku!

    Air Mata Warga Tambun Salah Eksekusi: Rumah Digusur, Hak Milik Masih Berlaku!

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Suasana haru dan penuh emosi menyelimuti Cluster Setia Mekar Residence 2, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, ketika Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menemui warga yang menjadi korban penggusuran. Lima warga yang menjadi korban salah eksekusi ini mendapat perhatian khusus dari Nusron. Dalam pertemuan tersebut, ia menjanjikan […]

  • KSPI soroti revisi UMSK 2026 yang dinilai merugikan buruh di Jawa Barat.

    Nilai Revisi UMSK Jabar Rugikan Buruh, KSPI Siap Gugat Kebijakan Dedi Mulyadi ke PTUN

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai revisi Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026 di Jawa Barat justru semakin merugikan buruh. Kebijakan yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu dinilai melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan. Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut revisi UMSK di […]

  • Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di area persawahan Kampung Gandaria, Desa Cipayung, Cikarang Timur, ditutup menggunakan lumpur dan cat semprot oleh petani yang menganggap cahaya lampu mengganggu pertumbuhan padi.

    Petani di Cikarang Timur Tutup Lampu Jalan Pakai Lumpur dan Cat, Padi Disebut Jadi Bantet

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang sejatinya bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan justru memicu keluhan dari sejumlah petani di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Di Kampung Gandaria, Desa Cipayung, beberapa lampu PJU ditemukan sengaja ditutupi menggunakan lumpur hingga cat semprot. Tindakan tersebut dilakukan karena para petani meyakini cahaya lampu dapat mengganggu […]

  • Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan perjalanan mendadak ke Aceh Tamiang

    Banjir Aceh Tamiang, KDM Turun Langsung dengan Bantuan Rp 7 Miliar

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan perjalanan mendadak ke Aceh Tamiang setelah kehilangan kontak dengan salah satu anggota keluarganya yang tinggal di daerah tersebut. Banjir besar yang merendam wilayah itu membuat akses komunikasi terputus, sehingga KDM memilih turun langsung memastikan keselamatan keluarganya. “Saya sudah beberapa hari tidak bisa menghubungi keluarga […]

expand_less