Kabel Listrik Menjuntai di Sukadami Bikin Resah, Warga Nilai Respons PLN Lamban
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kabel listrik menjuntai rendah di permukiman warga Sukadami, Cikarang Selatan, hanya ditopang bambu seadanya.
INFO CIKARANG — Warga Desa Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dibuat resah oleh kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah dan terlihat semrawut di lingkungan permukiman.
Kondisi ini bukan terjadi baru-baru ini. Warga menyebut, kabel yang menggantung tanpa penanganan tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan terkesan dibiarkan.
Di sejumlah titik, kabel terlihat hanya disangga bambu seadanya. Jauh dari standar keamanan instalasi listrik, situasi ini memicu kekhawatiran serius, terutama bagi anak-anak yang sering beraktivitas di sekitar lokasi.
“Sudah lama kabel-kabel ini seperti ini, bukan baru. Kami takut kalau sewaktu-waktu ada yang tersengat atau terjadi kebakaran,” ujar Abduh, warga setempat.
Kekhawatiran warga semakin meningkat saat musim hujan. Kabel yang menjuntai dan terkena air dinilai berpotensi memicu korsleting listrik.
“Kalau hujan, kami makin khawatir. Takut ada arus bocor atau kabel putus,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RW setempat, Daryanto. Ia menilai kondisi ini mencerminkan kurangnya respons dari pihak terkait, khususnya PLN, dalam melakukan perawatan jaringan listrik.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Jangan sampai nunggu ada korban dulu baru ditindak,” tegasnya.
Ia juga menyoroti penggunaan bambu sebagai penopang kabel yang dinilai tidak layak dan berisiko tinggi.
“Itu kan bukan standar. Harusnya pakai tiang permanen, bukan bambu. Ini jelas darurat tapi dibiarkan terus,” ujarnya.
Selain membahayakan, kondisi kabel yang tidak tertata juga dinilai merusak estetika lingkungan. Warga berharap ada penataan ulang jaringan listrik agar lebih rapi dan aman.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan tersebut.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar