Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Korban Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah dan Paman Mengaku Trauma Saat Diperiksa Penyidik PPA Polres Metro Bekasi

Korban Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah dan Paman Mengaku Trauma Saat Diperiksa Penyidik PPA Polres Metro Bekasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Tim Pelayanan Hukum LBH Apik Jawa Barat memberikan keterangan kepada awak media terkait dugaan trauma yang dialami korban kekerasan seksual saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Metro Bekasi. Hingga kini, kepolisian belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Tim Pelayanan Hukum LBH Apik Jawa Barat memberikan keterangan kepada awak media terkait dugaan trauma yang dialami korban kekerasan seksual saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Metro Bekasi. Hingga kini, kepolisian belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

INFO CIKARANG – Pendamping korban dugaan kekerasan seksual yang dialami perempuan berinisial IA (22) menyoroti proses pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Bekasi. Korban disebut kembali mengalami trauma saat dimintai keterangan oleh penyidik.

Tim Pelayanan Hukum LBH Apik Jawa Barat, Cut Bietty, mengatakan korban yang mengaku mengalami kekerasan seksual selama sembilan tahun oleh ayah kandungnya berinisial MS serta dua pamannya berinisial W dan S, mengalami tekanan psikologis ketika menjalani pemeriksaan.

Menurut Bietty, sebelum melapor ke polisi, korban telah berulang kali mencoba mencari perlindungan kepada keluarga.

Namun, respons yang diterima justru membuat kondisi psikologis korban semakin terpuruk.

Korban, kata dia, mengaku pernah menyampaikan dugaan perkosaan yang dialaminya kepada sang ibu.

Namun, respons yang diterima dinilai tidak memberikan perlindungan. Selain itu, saat mengadu kepada salah satu anggota keluarga lainnya, korban mengaku mendapat ucapan yang dianggap menyakitkan sehingga memperparah trauma yang dialaminya.

Bietty juga menyebut korban mengalami trauma berat yang ditunjukkan dengan adanya bekas luka gores di lengannya yang diduga merupakan bentuk pelampiasan tekanan psikologis.

Saat menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi, korban disebut kembali mengalami tekanan emosional akibat sejumlah pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Kami menyayangkan proses pemeriksaannya. Korban mengaku ditanya mengapa tidak melawan, mengapa tidak mendorong pelaku, mengapa diam saja. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu justru membuat korban kembali mengingat pengalaman traumatisnya,” ujar Cut Bietty di dalam keterangannya dikutip, Rabu, (22/7/2026).

Menurutnya, korban bahkan menangis histeris hingga suara tangisnya terdengar keluar dari ruang pemeriksaan karena tidak mampu menahan beban psikologis yang dirasakan.

LBH Apik Jawa Barat menilai pemeriksaan terhadap korban kekerasan seksual semestinya dilakukan dengan pendekatan yang berperspektif korban agar tidak menimbulkan trauma berulang (reviktimisasi).

Bietty berharap penyidik mengedepankan prinsip-prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), termasuk memberikan perlindungan psikologis kepada korban selama proses hukum berlangsung.

Menurut dia, pembuktian dalam perkara kekerasan seksual tidak boleh membebani korban secara berlebihan. Dalam ketentuan UU TPKS, perkara dapat diproses dengan dukungan alat bukti yang sah, termasuk keterangan saksi dan hasil visum, sesuai mekanisme pembuktian yang berlaku.

“Saya berharap kasus ini segera diproses, pelaku ditangkap, dan penanganannya benar-benar berpihak kepada korban. Jangan sampai korban kembali mengalami tekanan dalam proses mencari keadilan,” ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah IA melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya kepada LBH Apik Jawa Barat dan Polres Metro Bekasi pada awal Juli 2026.

Korban mengaku mengalami kekerasan seksual sejak berusia 13 tahun hingga dewasa dan selama bertahun-tahun memilih bungkam karena takut serta tidak memperoleh perlindungan dari lingkungan keluarganya.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan adanya tekanan terhadap korban saat pemeriksaan maupun perkembangan penyidikan perkara tersebut.

Dengan demikian, keterangan mengenai proses pemeriksaan yang disampaikan dalam berita ini merupakan pernyataan dari pihak pendamping korban dan belum mendapat tanggapan dari kepolisian.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya KH R Ma’Mun Nawawi, Cikarang Selatan.

    Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Cibarusah, Angkot Ringsek di Bagian Depan

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya KH R Ma’Mun Nawawi, tepatnya di Kampung Leuweung Malang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (31/12/2025). Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil angkutan perkotaan (angkot) berwarna merah mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian depan kendaraan. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan […]

  • Musdes Desa Bojongmangu bahas perubahan Kepdes terkait daftar peserta pengisian BPD.

    Musdes Bojongmangu Bahas Perubahan Kepdes untuk Pengisian BPD 2026–2034

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Desa Bojongmangu menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk membahas perubahan keputusan kepala desa sebagai dasar pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2026–2034. Kegiatan ini berlangsung di aula desa dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Perubahan tersebut tertuang dalam revisi Keputusan Kepala Desa Nomor 141/Kep.11-BJM/2026, yang merupakan pembaruan dari keputusan sebelumnya terkait daftar […]

  • Bahlil Instruksikan SPBU Wilayah Terdampak Banjir di Sumatra Beroperasi 24 Jam

    Bahlil Instruksikan SPBU Wilayah Terdampak Banjir di Sumatra Beroperasi 24 Jam

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) meningkatkan layanan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkahnya strategis ini termasuk penambahan operasi 24 jam di SPBU dan relaksasi penggunaan barcode atau QR Code untuk percepatan layanan. Menteri ESDM, […]

  • Tangkapan layar unggahan di media sosial yang berisi pengakuan orang tua terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak di toilet sebuah masjid di Kudus.

    Viral Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Toilet Masjid Kudus, Orang Tua Sebut Anak Direkam Orang Tak Dikenal

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebuah unggahan di media sosial yang mengungkap dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak di Kabupaten Kudus menjadi perhatian warganet dan ramai dibagikan. Dalam unggahan tersebut, orang tua korban meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak saat berada di fasilitas umum. Berdasarkan keterangan yang diunggah, peristiwa itu bermula ketika anaknya baru pulang sekolah dan […]

  • Ngeri! Mobil di Cikarang Barat Terhempas 30 Meter Akibat Angin Puting Beliung

    Ngeri! Mobil di Cikarang Barat Terhempas 30 Meter Akibat Angin Puting Beliung

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Angin puting beliung disertai hujan deras melanda Kampung Telajung, Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin (17/3/2025) malam. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB ini menyebabkan kerusakan parah di puluhan rumah, satu sekolah terdampak, dan dua mobil mengalami kerusakan serius. Salah satu mobil bahkan terhempas sejauh 30 meter akibat […]

  • Penolakan warga Perumahan Telaga Harapan terhadap rencana pembangunan underpass oleh pengembang Metland Cibitung di Desa Telaga Murni, Cikarang Barat, memasuki babak baru.

    Penolakan Warga Telaga Harapan terhadap Rencana Underpass Metland Cibitung Terus Bergulir 

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Penolakan warga Perumahan Telaga Harapan terhadap rencana pembangunan underpass yang akan dilakukan oleh pengembang Metland Cibitung di Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, kini memasuki babak baru. Warga yang tergabung dalam Tim 11 secara resmi menyerahkan dokumen penolakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dalam audiensi yang […]

expand_less