Mudik Lebaran 2026, BPBD Kab Bekasi Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor di Jalur Perjalanan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemkab Bekasi mengimbau pemudik Ramadhan 2026 untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti banjir dan longsor di jalur mudik.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran 2026 agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana di sejumlah jalur perjalanan.
Imbauan waspada cuaca saat mudik lebaran 2026 di Kabupaten Bekasi ini disampaikan agar para pemudik dapat mempersiapkan perjalanan dengan matang serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi wilayah yang terdampak banjir maupun rawan longsor.
Menurutnya, kondisi potensi banjir dan longsor di jalur mudik Lebaran 2026 harus menjadi perhatian serius bagi para pengendara, terutama mereka yang menempuh perjalanan jarak jauh.
“Jika pemudik menemukan jalur yang terdampak banjir atau longsor, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk menerobos. Pengendara disarankan berhenti di tempat aman atau mencari jalur alternatif,” ujarnya.
Selain banjir dan longsor, masyarakat juga diminta memahami langkah keselamatan apabila menghadapi kondisi darurat lainnya seperti angin puting beliung maupun gempa bumi saat berada di perjalanan.
Dalam kondisi tersebut, pengendara disarankan segera turun dari kendaraan dan mencari lokasi perlindungan yang aman, serta menjauhi bangunan tinggi, tiang listrik, maupun kabel listrik yang berpotensi membahayakan.
Dodi juga menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik. Karena itu, pemudik diminta tetap mematuhi rambu lalu lintas dan tidak berkendara secara ugal-ugalan.
Selain itu, pengendara dianjurkan beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk dengan memanfaatkan rest area maupun posko mudik yang telah disediakan di sejumlah titik jalur perjalanan.
“Pemudik juga perlu menyiapkan perbekalan seperti makanan, minuman, obat-obatan, serta kotak P3K untuk mengantisipasi kebutuhan selama perjalanan,” katanya.
Untuk mendukung keamanan arus mudik, **BPBD Kabupaten Bekasi juga menyiapkan Posko Kolaborasi Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 yang akan mulai beroperasi pada 15 hingga 28 Maret 2026.
Posko utama berada di Mako BPBD, sementara posko kolaborasi ditempatkan di Gedung Juang Tambun yang terintegrasi dengan Posko Operasi Ketupat Jaya 2026 milik Polres Metro Bekasi.
Posko tersebut melibatkan berbagai unsur seperti TNI, kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Basarnas, PMI, hingga relawan kebencanaan.
Pembentukan posko ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan, pemantauan, serta respons cepat jika terjadi kondisi darurat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kondisi cuaca selama periode Lebaran 2026 diperkirakan relatif kondusif.
Meski demikian, prakiraan cuaca BMKG saat arus mudik 2026 masih menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah Indonesia.
Hal ini terjadi karena Indonesia masih berada dalam periode akhir musim hujan yang biasanya mencapai puncaknya pada Januari hingga Februari dan mulai melandai pada bulan Maret.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar perjalanan mudik dan arus balik Lebaran dapat berlangsung aman, lancar, serta selamat hingga tujuan.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar