Safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Transparansi Anggaran dan Percepatan Infrastruktur Warga
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan saat Safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi, Minggu (22/2/2026), sekaligus berdialog dengan warga terkait anggaran dan infrastruktur daerah.
INFO CIKARANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar Safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi, Minggu (22/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas persoalan transparansi anggaran hingga kondisi infrastruktur yang masih menjadi keluhan warga.
Safari Ramadhan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi.
Dalam suasana Ramadhan yang penuh kekhusyukan, Dedi menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar terlihat dalam laporan administrasi.
Menurut Dedi, transparansi pengelolaan anggaran merupakan kunci utama agar pembangunan berjalan tepat sasaran.
Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikelola pemerintah berasal dari rakyat dan wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Anggaran itu uang rakyat. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Masyarakat berhak tahu ke mana uang itu digunakan dan apa dampaknya bagi kehidupan mereka,” kata Dedi dalam keterangan dikutip Senin, (23/2/2024).
Selain transparansi, Dedi juga menyoroti kondisi infrastruktur di Kabupaten Bekasi, khususnya jalan, drainase, dan fasilitas umum yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
Ia menilai, keterlambatan perbaikan infrastruktur dapat berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Dedi menyebut Bekasi sebagai wilayah strategis penyangga industri nasional.
Karena itu, keberadaan infrastruktur yang layak menjadi syarat mutlak agar aktivitas industri dan kehidupan masyarakat dapat berjalan beriringan.
“Kalau jalannya rusak, distribusi barang terganggu. Kalau drainase buruk, banjir datang setiap musim hujan. Ini bukan masalah sepele, tapi menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan disampaikan, mulai dari banjir yang kerap melanda permukiman, pelayanan publik yang dinilai belum maksimal, hingga harapan adanya pemerataan pembangunan sampai ke tingkat desa dan kampung.
Menanggapi hal tersebut, Dedi meminta pemerintah daerah untuk tidak ragu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat apabila menghadapi keterbatasan anggaran. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci percepatan pembangunan.
“Jangan ego sektoral. Kalau kabupaten tidak sanggup, sampaikan ke provinsi. Kita cari solusi bersama agar masalah masyarakat tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Safari Ramadhan ini, lanjut Dedi, bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum evaluasi kinerja pemerintah di mata masyarakat.
Ia mengajak seluruh kepala daerah dan aparatur sipil negara menjadikan bulan Ramadhan sebagai waktu untuk memperbaiki niat dan kinerja pelayanan publik.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar