Stok Obat di Kabupaten Bekasi Dipastikan Aman Sepanjang 2026, Distribusi ke Puskesmas Terus Dioptimalkan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 19 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi memastikan ketersediaan stok obat di gudang farmasi dan puskesmas dalam kondisi aman sepanjang 2026.
INFO CIKARANG — Ketersediaan obat di Kabupaten Bekasi sepanjang tahun 2026 dipastikan dalam kondisi aman.
Hal ini disampaikan Dinas Kesehatan setempat yang menjamin pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal tanpa kendala kekurangan obat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, menjelaskan bahwa ketersediaan obat telah direncanakan secara matang sejak tahun sebelumnya melalui mekanisme Rencana Kebutuhan Obat (RKO).
Perencanaan ini disusun berdasarkan data dari seluruh puskesmas agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Stok obat di puskesmas saat ini mencukupi. Perencanaan untuk 2026 sudah kami lakukan sejak 2025, sehingga distribusi bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya dikutip Senin, (20/4/2026).
Menurutnya, sistem perencanaan yang terukur menjadi kunci dalam menghindari kekurangan maupun penumpukan stok.
Dengan pendekatan ini, distribusi obat ke fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara lebih efisien.
Selain itu, peningkatan anggaran pada tahun 2026 juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan obat.
Dengan dukungan anggaran yang meningkat signifikan, Dinas Kesehatan optimistis kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi sepanjang tahun.
Sementara itu, Kepala UPTD Gudang Farmasi Kabupaten Bekasi, Atik Ardianto, menyebutkan bahwa hingga triwulan pertama 2026, sekitar 80 persen kebutuhan obat telah tersedia di gudang dan siap didistribusikan.
“Untuk tiga bulan pertama ini, stok dalam kondisi aman dan siap disalurkan ke puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kebutuhan obat setiap tahun dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk serta bertambahnya fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi.
Saat ini, lebih dari 50 puskesmas aktif dilayani, sehingga kebutuhan obat esensial terus meningkat.
Distribusi obat dilakukan secara terjadwal maupun berdasarkan permintaan dari masing-masing fasilitas kesehatan.
Sistem ini memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat kendala teknis, terutama terkait keterbatasan sarana gudang farmasi seperti akses yang sempit dan area parkir yang terbatas.
Namun, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan obat secara keseluruhan.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar