Hukum Pakai Sabun dan Sampo saat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi mandi wajib sebagai bentuk pensucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
INFO CIKARANG — Menjelang bulan suci Ramadhan, sebagian umat Islam mulai mempersiapkan diri dengan berbagai cara.
Salah satu yang masih sering dilakukan adalah mandi besar atau mandi wajib, terutama bagi mereka yang sebelumnya berada dalam kondisi hadas besar.
Namun, di tengah kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan yang kerap diperdebatkan di masyarakat seperti apakah mandi wajib sebelum puasa Ramadhan harus menggunakan sabun atau sampo agar sah secara syariat?
Pertanyaan ini sering muncul karena masih banyak yang menyamakan mandi wajib dengan mandi biasa atau mandi untuk kebersihan tubuh semata.
Kapan Mandi Wajib Diperlukan?
Dalam ajaran Islam, mandi wajib dilakukan ketika seseorang berada dalam kondisi hadas besar.
Beberapa keadaan yang mewajibkan mandi antara lain keluarnya mani, baik karena mimpi basah maupun sebab lain, serta setelah melakukan hubungan suami istri (jimak), meskipun tanpa keluarnya mani.
Selama seseorang masih dalam keadaan hadas besar, ia wajib mandi sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian, termasuk puasa dan salat.
Penjelasan ini banyak disampaikan dalam kajian fikih yang dirujuk dari NU Online.
Perlu dipahami, mandi wajib bukanlah tradisi khusus menyambut Ramadhan, melainkan kewajiban syariat yang bergantung pada kondisi seseorang.
Rukun Mandi Wajib Menurut Fikih
Dalam kitab-kitab fikih, rukun mandi wajib hanya terdiri dari dua hal utama. Pertama, niat untuk menghilangkan hadas besar. Kedua, meratakan air ke seluruh tubuh, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Ulama fikih menjelaskan bahwa apabila dua rukun ini telah terpenuhi, maka mandi wajib sudah sah secara hukum Islam. Hal-hal di luar itu bersifat penyempurna dan tidak memengaruhi keabsahan mandi.
Artinya, selama air suci mengalir dan membasahi seluruh anggota tubuh, mandi wajib telah dianggap sah, meskipun tanpa menggunakan sabun atau sampo.
Apakah Mandi Wajib Harus Pakai Sabun dan Sampo?
Penggunaan sabun dan sampo diperbolehkan, namun bukan syarat sah mandi wajib.
Sabun dan sampo hanya berfungsi sebagai alat kebersihan tambahan, bukan bagian dari rukun mandi wajib.
Bahkan, sebagian ulama menyarankan agar mandi wajib dilakukan terlebih dahulu dengan air bersih hingga rukun terpenuhi, baru kemudian menggunakan sabun atau sampo jika ingin membersihkan tubuh lebih maksimal.
Hal ini untuk menjaga agar air yang digunakan dalam mandi wajib tetap suci dan tidak berubah sifatnya sebelum rukun mandi terpenuhi dikutip dari laman NU ONLINE Rabu, (18/2/2026).
Dalam beberapa riwayat hadis, Rasulullah SAW ketika mandi junub hanya disebutkan menggunakan air, tanpa keterangan penggunaan bahan pembersih tambahan.
Ini menegaskan bahwa air suci yang merata ke seluruh tubuh merupakan inti dari mandi wajib.
Keramas Tanpa Sampo Tetap Sah
Dalam istilah fikih, keramas tidak selalu dimaknai sebagai mencuci rambut dengan sampo.
Keramas dimaksudkan sebagai membasahi seluruh rambut hingga ke pangkalnya dengan air.
Oleh karena itu, anggapan bahwa mandi wajib tidak sah jika tidak menggunakan sabun atau sampo adalah keliru dan tidak memiliki dasar syariat.
Yang terpenting dalam mandi wajib adalah niat dan sampainya air ke seluruh bagian tubuh, bukan jenis bahan pembersih yang digunakan.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar