Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Bupati Bekasi: ASN Harus Gotong Royong Tingkatkan Pelayanan Publik

Bupati Bekasi: ASN Harus Gotong Royong Tingkatkan Pelayanan Publik

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
  • comment 0 komentar

Bupati Bekasi, Ade Kuswaha Kunang. /Foto: Istimewa

INFO CIKARANG – Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk bergotong royong dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ajakan ini disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Pemkab Bekasi di Plaza Pemkab Bekasi, Senin (3/3/2025). Ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus lebih maksimal, mengingat banyak program prioritas yang sedang dikerjakan Pemkab Bekasi.

Ade Kuswara Kunang menyampaikan bahwa ASN harus bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab, dan mengabdi kepada masyarakat hingga hal terkecil dan memberikan pelayanan terbaik dengan senyum, ramah, dan beretika.

Fokus pada Program Prioritas

Untuk mendukung Asta Cita Presiden RI, Pemkab Bekasi akan mendorong berbagai program unggulan, terutama di bidang:

1. Kesehatan – Memastikan layanan kesehatan lebih mudah diakses masyarakat.
2. Pendidikan – Meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Kabupaten Bekasi.
3. Sarana Prasarana – Membangun infrastruktur yang lebih baik.
4. Ketenagakerjaan – Menciptakan lapangan kerja dan pelatihan bagi warga Bekasi.

Ade berharap seluruh pegawai Pemkab Bekasi bisa ikut berkontribusi dalam menjalankan program-program ini dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran melayani masyarakat.

Pelayanan publik yang prima bukan hanya soal sistem yang berjalan, tetapi juga cara ASN berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, Bupati Bekasi mengingatkan agar pegawai senantiasa ramah, beretika, dan memberikan layanan yang mudah serta cepat.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan harus memudahkan masyarakat dan tidak mempersulit, karena itu ASN harus bekerja dengan hati dan profesionalisme tinggi.

Dengan semangat gotong royong, Pemkab Bekasi optimistis bisa menghadirkan pelayanan yang lebih responsif, transparan, dan berkualitas bagi masyarakat.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa dan Orang Tua SMAN 2 Cibitung Lapor Dugaan Pungli, Kasus Kian Serius

    Siswa dan Orang Tua SMAN 2 Cibitung Lapor Dugaan Pungli, Kasus Kian Serius

    • calendar_month Sab, 7 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di SMAN 2 Cibitung terus bergulir. Para siswa dan orang tua kini semakin bersemangat membongkar praktik ini setelah mendapat dukungan dari pihak kepolisian. Aktivis Ronald Sinaga, melalui akun Instagramnya, membagikan momen pertemuannya dengan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Komandan Sang Ngurah Wiratama. Dalam pertemuan tersebut, Kanit Polres dan […]

  • Sebut Dedi Mulyadi Otoriter dalam Penertiban Bangunan Liar, Kades Srijaya Minta Maaf

    Sebut Dedi Mulyadi Otoriter dalam Penertiban Bangunan Liar, Kades Srijaya Minta Maaf

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kepala Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Canih Hermansyah, akhirnya meminta maaf kepada Gubernur Dedi Mulyadi setelah sebelumnya menyebut tindakan penertiban bangunan liar di Bantaran Kali Sepak sebagai tindakan otoriter. Permintaan maaf ini disampaikannya pada 15 Maret 2025, usai mengetahui bahwa gubernur akan memberikan ganti rugi kepada warga yang terdampak. Dalam video yang […]

  • Curhat Warganet soal Pelayanan RS Hosana Lippo Cikarang, Anak Demam Tinggi Tanpa Tindakan dan Diancam Debt Collector

    Curhat Warganet soal Pelayanan RS Hosana Lippo Cikarang, Anak Demam Tinggi Tanpa Tindakan dan Diancam Debt Collector

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    Seorang ibu mengunggah curhatannya terkait pengalaman traumatis saat membawa anaknya yang demam tinggi ke RS Hosana Lippo Cikarang pada 27 November 2025. Ia mengaku sempat dijanjikan bahwa asuransi Mandiri InHealth-nya bisa digunakan untuk rawat inap, namun ternyata tidak berlaku di rumah sakit tersebut. Yang lebih menyakitkan, pihak rumah sakit tetap menagih biaya cek lab yang […]

  • Lima Fokus Pembangunan Bekasi: Jalur Lebar, Sekolah Tambahan, dan Tagihan BPJS

    Lima Fokus Pembangunan Bekasi: Jalur Lebar, Sekolah Tambahan, dan Tagihan BPJS

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi secara resmi mengajukan lima fokus pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kelima usulan itu mencakup: 1. Kesehatan (BPJS PBI) Pemkab Bekasi meminta agar tunggakan iuran BPJS Kesehatan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI), senilai sekitar Rp 84 miliar untuk 2023–2024, segera dilunasi. Wakil Bupati Asep Surya Atmaja menegaskan agar porsi […]

  • Kenaikan PPN 12 Persen di 2025: Bagaimana Dampaknya pada Kantong Kita?

    Kenaikan PPN 12 Persen di 2025: Bagaimana Dampaknya pada Kantong Kita?

    • calendar_month Jum, 20 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025 akan segera berlaku. Ini adalah bagian dari kebijakan yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Sebelumnya, PPN mengalami kenaikan dari 10 persen menjadi 11 persen pada April 2022. Meski terlihat kecil, perubahan ini jelas […]

  • KPK dalami dugaan kontraktor jual nama sosok berpengaruh di kasus korupsi Sarjan.

    Tak Sekadar Suap, KPK Dalami Dugaan Sarjan Jual Nama Pejabat di Kasus Korupsi

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan bahwa kontraktor Sarjan memperoleh sejumlah proyek di Kabupaten Bekasi dengan menjual nama orang-orang berpengaruh. Modus tersebut diduga digunakan untuk menekan pihak tertentu agar proyek tetap jatuh ke tangannya. “Apakah betul ada modus-modus dugaan semacam ancaman, sehingga di situ bisa jadi juga terdapat unsur pemerasan atau unsur […]

expand_less