Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » KPK Fokus Telusuri Aliran Dana ke Kader PDIP Jabar, Belum Sentuh Partai dalam Kasus Ade Kunang

KPK Fokus Telusuri Aliran Dana ke Kader PDIP Jabar, Belum Sentuh Partai dalam Kasus Ade Kunang

  • account_circle T.T
  • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
  • comment 0 komentar
KPK belum mendalami dugaan aliran uang ke partai politik dalam perkara suap Bupati Bekasi nonaktif.

KPK belum mendalami dugaan aliran uang ke partai politik dalam perkara suap Bupati Bekasi nonaktif.

INFO CIKARANG — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan hingga kini belum melakukan pendalaman terkait dugaan aliran uang ke partai politik dalam perkara suap yang menjerat Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik masih memusatkan perhatian pada dugaan penerimaan dana oleh kader PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono.

“Pendalaman yang dilakukan saat ini masih berkaitan dengan yang bersangkutan,” ujar Budi dalam keterangannya dikutip Sabtu (17/1/2026).

Menurut Budi, aliran dana yang ditelusuri penyidik diduga berasal dari pihak swasta bernama Sarjan (SRJ), yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

KPK masih mendalami hubungan dan mekanisme penerimaan dana antara Sarjan dan Ono Surono.

“Penerimaan yang didapatkan oleh yang bersangkutan berasal dari saudara SRJ,” jelasnya.

Ono Surono sendiri telah diperiksa oleh KPK sebagai saksi pada Kamis (15/1/2026).

Usai pemeriksaan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu mengaku mendapat sekitar 15 pertanyaan dari penyidik, termasuk yang berkaitan dengan aliran dana dalam kasus dugaan suap tersebut.

“Ada beberapa hal yang ditanyakan,” kata Ono singkat kepada awak media.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025. Dalam operasi tersebut, sepuluh orang diamankan.

Sehari kemudian, delapan orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif, termasuk Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang.

Dalam pengembangan perkara, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Pada 20 Desember 2025, KPK resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang sebagai pihak yang diduga menerima suap, serta Sarjan sebagai pihak pemberi suap.

Hingga kini, KPK menegaskan penyidikan masih terus berjalan dan terbuka kemungkinan adanya pengembangan perkara, termasuk penelusuran aliran dana ke pihak lain sesuai dengan hasil pendalaman penyidik.

  • Penulis: T.T

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Tahun Baru ke Ancol? Begini Cara Cepat dan Nyamannya!

    Malam Tahun Baru ke Ancol? Begini Cara Cepat dan Nyamannya!

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Malam pergantian tahun 2024 ke 2025 sudah di depan mata! Bagi warga Bekasi dan Cikarang yang ingin merayakan momen ini di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, ada beberapa pilihan transportasi yang praktis dan nyaman. Naik KRL Commuter Line Salah satu moda transportasi yang direkomendasikan adalah KRL Commuter Line. Rutenya: 1. Dari […]

  • Dedi Mulyadi minta masyarakat hindari nyalakan kembang api saat tahun baru.

    Tak Ada Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Jawa Barat

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyambut Tahun Baru secara sederhana dan tertib. “Kalau kita (Pemprov Jabar) memang tidak punya perayaan. Yang mau menyelenggarakan juga siapa, kan. Di Jawa […]

  • Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Layang MBZ arah Cikampek.

    Kecelakaan Beruntun Empat Kendaraan Terjadi di Tol Layang MBZ Arah Cikampek

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di KM 36+000 arah Cikampek, Ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), pada Sabtu (27/12/2025). Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.51 WIB di lajur dua. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) selaku pengelola ruas Tol Layang MBZ langsung melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian. […]

  • Balita perempuan berusia 3 tahun dilaporkan hilang diduga terseret arus Kali Cikarang di kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

    Seorang Balita Perempuan Diduga Terseret Arus Kali Cikarang di Desa Jaya Sampoerna, Tim Gabungan Gerak Cepat

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Seorang balita perempuan berinisial I (3) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Kali Cikarang saat bermain di sekitar bantaran sungai, tepatnya di Perumahan Grand Cikarang Village, Desa Jaya Sampoerna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Senin (26/1/2026). Peristiwa balita hilang di Kali Cikarang Serang Baru tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan […]

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan saat Safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi, Minggu (22/2/2026), sekaligus berdialog dengan warga terkait anggaran dan infrastruktur daerah.

    Safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Transparansi Anggaran dan Percepatan Infrastruktur Warga

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar Safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas persoalan transparansi anggaran hingga kondisi infrastruktur yang masih menjadi keluhan warga. Safari Ramadhan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga […]

  • Studi LPEM FEB UI mengungkap fenomena lulusan S2 dan S3 yang memilih berhenti mencari kerja akibat ketatnya pasar tenaga kerja.

    Lulusan S2 dan S3 Ramai-ramai Putus Asa Cari Kerja, LPEM UI Ungkap Penyebabnya

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Fenomena meningkatnya keputusasaan di pasar kerja Indonesia kini tak hanya dialami lulusan berpendidikan rendah. Laporan terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap bahwa pencari kerja berpendidikan tinggi, termasuk lulusan strata dua (S2) dan strata tiga (S3), justru semakin banyak yang berhenti mencari pekerjaan. […]

expand_less