Ribuan Warga Kabupaten Bekasi Mengungsi, BPBD Siapkan 15 Titik Pengungsian Akibat Banjir
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar

Warga mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bekasi memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Hingga pukul 11.30 WIB, tercatat 9.648 jiwa dari 2.412 kepala keluarga (KK) harus mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman di berbagai wilayah.
Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, yang mencatat banjir telah berdampak pada 12 desa di 7 kecamatan.
Genangan air yang terus meningkat membuat aktivitas warga lumpuh dan memicu evakuasi secara bertahap ke lokasi yang lebih aman.
Sebagai langkah tanggap darurat, 15 titik pengungsian telah disiapkan pemerintah daerah untuk menampung warga terdampak.
Lokasi pengungsian tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Sukakarya, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cikarang Utara, hingga Karangbahagia.
Beberapa titik pengungsian yang telah diaktifkan antara lain Kantor Desa Sukamekar, Masjid Al-Hidayah di Desa Sirimukti, serta Masjid Arrayan di Perumahan Villa Kencana, Desa Karang Sentosa.
Tempat-tempat tersebut kini menjadi pusat perlindungan sementara bagi warga yang rumahnya terendam banjir.
BPBD Kabupaten Bekasi memastikan bahwa penanganan darurat terus dilakukan secara intensif.
Langkah-langkah yang ditempuh meliputi pendataan warga terdampak, evakuasi kelompok rentan, distribusi bantuan logistik, hingga pendirian tenda pengungsian di sejumlah lokasi strategis.
Dalam penanganan bencana ini, BPBD bekerja sama dengan berbagai unsur, termasuk BRIMOB, PMI Kabupaten Bekasi, Koramil, Polsek, serta relawan dan penggiat kebencanaan.
Koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan aman dan tepat sasaran.
Selain fokus pada penanganan darurat, warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan genangan diminta segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.
Hingga saat ini, banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya surut.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memprioritaskan keselamatan serta kebutuhan dasar para pengungsi.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar