Pemerintah Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman hingga Lebaran, Warga Diminta Jangan Panik
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemkab memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting), termasuk LPG 3 kilogram, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Lebaran.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying menjelang Idulfitri 2026.
Pemkab memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting), termasuk LPG 3 kilogram, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Lebaran.
Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama Ramadan yang kerap memicu kekhawatiran akan kelangkaan barang di pasaran.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Disdag Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas terhadap pasokan kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, stok bapokting termasuk LPG 3 kilogram dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan belanja secukupnya sesuai kebutuhan,” ujar Helmi dalam keterangannya dikutip Sabtu (28/2/2026).
Helmi menjelaskan, perilaku panic buying justru berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pasar. Ketika masyarakat membeli barang dalam jumlah berlebihan dalam waktu bersamaan, distribusi bisa tersendat dan harga berisiko mengalami kenaikan.
“Secara psikologis, ketika ada kekhawatiran berlebihan, permintaan meningkat drastis dalam waktu singkat. Ini bisa memicu lonjakan harga, padahal stok sebenarnya aman,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan rutin di pasar rakyat dan jaringan distribusi utama, Disdag Kabupaten Bekasi memastikan tidak ditemukan indikasi kelangkaan barang pokok strategis.
Selain bahan pangan, pemerintah daerah juga memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan normal. Koordinasi intensif dilakukan bersama distributor, agen, dan pangkalan agar pasokan tetap lancar hingga Lebaran.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan benar-benar tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Belanjalah secara bijak agar stabilitas harga tetap terjaga,” kata Helmi.
Ia menambahkan, pengawasan juga dilakukan bersama Satgas Pangan guna mencegah potensi penimbunan maupun praktik spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan setiap pelaku usaha wajib mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan yang telah ditetapkan.
“Kami bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memastikan tidak ada penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Helmi.
Menurutnya, stabilitas pasar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumen.
Helmi kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan. Jika masyarakat berbelanja secara wajar dan sesuai kebutuhan, distribusi akan tetap lancar dan harga dapat lebih terkendali.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Stok aman hingga Lebaran. Tidak perlu memborong karena justru bisa merugikan sesama,” pungkasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar