Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kiriman dari Brebes dan Madura Mulai Kondusif, Harga Bawang Mulai Terkendali

Kiriman dari Brebes dan Madura Mulai Kondusif, Harga Bawang Mulai Terkendali

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
  • comment 0 komentar

Ilustrasi bawang merah. Harga bawang merah di Pasar Induk Cibitung mulai terkendali seiring lancarnya distribusi dari Brebes dan Madura.

INFO CIKARANG — Selain cabai, komoditas bawang merah juga sempat mengalami kenaikan harga di awal Ramadhan. Lonjakan harga terjadi seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner selama hari-hari awal puasa.

Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa harga bawang merah sebelumnya berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram sebelum akhirnya mengalami kenaikan.

“Awal Ramadhan bawang merah masih di kisaran Rp24 ribu per kilogram. Setelah dua sampai tiga hari puasa, harganya naik hingga menyentuh Rp30 ribuan, dan sekarang mulai turun karena pasokan kembali normal,” ungkap Abdul Rahman, dikutip Senin (2/3/2026).

Ia menyebutkan, suplai bawang merah untuk wilayah Bekasi sebagian besar berasal dari sentra produksi di Brebes dan Madura.

Ketika distribusi dari daerah tersebut berjalan lancar dan didukung kondisi cuaca yang baik, harga di tingkat pasar induk maupun pengecer cenderung lebih stabil.

“Pasokan bawang itu dari Brebes dan Madura. Kalau kiriman lancar dan cuaca mendukung, harga di pasar juga bisa lebih terkendali dan tidak setinggi di awal puasa,” tuturnya.

Sementara itu, untuk komoditas kol, harga di tingkat bandar saat ini berada di kisaran Rp6 ribu per kilogram. Di tingkat pengecer, harga bisa mencapai Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, menyesuaikan biaya distribusi dan margin pedagang.

“Kalau kol dari bandar sekitar Rp6 ribuan. Di pengecer bisa Rp9 ribu sampai Rp10 ribu karena ada ongkos angkut dan keuntungan pedagang,” jelasnya.

Abdul Rahman menambahkan, faktor cuaca khususnya, di wilayah pegunungan menjadi penentu utama volume dan kualitas hasil panen. Curah hujan tinggi berpotensi menurunkan produksi dan mendorong harga kembali naik.

“Kalau di daerah pegunungan sering hujan, hasil panen berkurang dan kualitasnya turun. Akibatnya, barang bagus jadi terbatas dan harga bisa ikut naik,” katanya.

Menjelang Idulfitri, ia memprediksi harga bawang merah masih berpeluang turun apabila kondisi cuaca terus membaik dan arus distribusi tetap lancar.

“Insya Allah kalau cuaca mendukung dan pasokan terus lancar, menjelang Idulfitri harga bisa turun lagi sehingga masyarakat bisa belanja dengan lebih terjangkau,” pungkasnya.***

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi mencatat puluhan tindakan deportasi terhadap warga negara asing selama triwulan pertama tahun 2026.

    23 WNA Dideportasi dari Bekasi Selama Awal 2026, Imigrasi Perketat Pengawasan Kawasan Industri

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi mencatat sebanyak 23 warga negara asing (WNA) dideportasi selama periode Januari hingga Maret 2026. Data tersebut merupakan hasil pengawasan dan penindakan keimigrasian yang dilakukan jajaran Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi selama triwulan pertama tahun ini. Kepala Kantor Imigrasi […]

  • ‘Duka Mereka, Duka Kita’ Mahasiswa UPB Bekasi Bantu Korban Bencana Sukabumi

    ‘Duka Mereka, Duka Kita’ Mahasiswa UPB Bekasi Bantu Korban Bencana Sukabumi

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – “Duka Mereka, Duka Kita Bersama” menjadi tema aksi kemanusiaan yang diadakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pelita Bangsa (UPB) Kabupaten Bekasi. Mereka turun ke jalan untuk menggalang dana bagi korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Sukabumi. Penggalangan dana dilakukan pada 7-8 Desember 2024, dengan lokasi di sekitar kampus dan […]

  • Erick Thohir Tegaskan Kontrak Shin Tae-yong Diperpanjang Hingga 2027

    Erick Thohir Tegaskan Kontrak Shin Tae-yong Diperpanjang Hingga 2027

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    Infocikarang.id – Kabar baik untuk para pecinta sepak bola Indonesia saat ini menjelang pertandingan perempat final Piala Asia 2024 melawan Korea Selatan pada Jum’at dinihari nanti. Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui laman Instagramnya @erickthohir mengumumkan bahwa kontrak pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong resmi diperpanjang hingga tahun 2027. Dalam postingan di Instagram, Erick Thohir […]

  • Detik-Detik Pelaku Curanmor Tertangkap Basah di Komplek Persada Bekasi

    Detik-Detik Pelaku Curanmor Tertangkap Basah di Komplek Persada Bekasi

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Aksi pencurian motor (curanmor) di Komplek Persada Bekasi pada Rabu (15/1) pukul 12.27 WIB berhasil digagalkan oleh dua satpam komplek yang sigap menghadapi situasi darurat. Insiden ini terekam dalam CCTV dan memperlihatkan detik-detik menegangkan saat pelaku berhasil ditaklukkan dengan cara yang cukup unik. Dalam video tersebut, terlihat seorang pelaku berpenampilan santai dengan […]

  • Ilustrasi mandi sebagai bentuk persiapan diri menyambut ibadah puasa Ramadhan 2026.

    Cara Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2026 Sesuai Fikih, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah apakah mandi sebelum puasa Ramadhan hukumnya wajib, atau hanya sekadar anjuran. Di sejumlah daerah, tradisi mandi atau keramas pada malam terakhir bulan Syakban masih sering […]

  • Kapasitas gudang UPTD Farmasi di Kabupaten Bekasi dinilai tidak mampu menampung lonjakan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai yang terus meningkat.

    Gudang Tak Lagi Cukup, UPTD Farmasi Kabupaten Bekasi Butuh Fasilitas Baru yang Lebih Layak

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Lonjakan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) di Kabupaten Bekasi mulai berdampak pada kapasitas penyimpanan. Gudang milik UPTD Farmasi saat ini dinilai sudah tidak lagi mampu menampung volume logistik kesehatan yang terus meningkat. Kepala UPTD Farmasi Kabupaten Bekasi, Artik Ardianto, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan obat, […]

expand_less