Longsor Gunungan Sampah Bantar Gebang Disorot DPR, Mitigasi Bencana TPA Diminta Dilakukan Menyeluruh
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Petugas gabungan melakukan pencarian korban setelah longsor gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
INFO CIKARANG — Peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, mendapat perhatian dari DPR RI.
Anggota Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem mitigasi di tempat pembuangan sampah.
Ia menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah cepat, baik dalam penanganan korban maupun perbaikan kondisi lokasi longsor agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Yang pertama tentunya, penanganan harus dilakukan secepat dan sebaik mungkin. Baik penanganan korban maupun penanganan lokasi longsor. Harus menjadi prioritas, khususnya bagi pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota, yang diikuti dengan pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup secara ketat, untuk memastikan tidak ada korban lagi,” ujar Jalal, dikutip dari Instagram Jakarta Info Kamis, (12/3/2026).
Selain penanganan darurat, Jalal juga mendorong agar pemerintah melakukan mitigasi menyeluruh terhadap potensi longsor di tempat pembuangan akhir (TPA).
Menurutnya, evaluasi tidak hanya dilakukan di Bantar Gebang saja, tetapi juga di seluruh fasilitas pengelolaan sampah di Indonesia.
“Ini bukan hanya untuk TPA Bantargebang saja ya. Tapi untuk diterapkan di semua TPA atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Semua potensi yang membahayakan harus ditekan serendah mungkin. Jangan sampai terulang lagi kejadian longsor seperti itu,” katanya.
Mitigasi tersebut juga dinilai penting mengingat meningkatnya risiko bencana hidrometeorologis, seperti hujan ekstrem yang dapat memicu longsor pada tumpukan sampah.
Di sisi lain, Jalal menilai pengelolaan sampah juga perlu diperbaiki dengan mempercepat proses penguraian dan pengolahan.
Ia mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan teknologi pengolahan sampah seperti:
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Refused-Derived Fuel (RDF)
Menurutnya, sistem tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Pemilahan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga
Selain teknologi, Jalal juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah rumah tangga agar beban tempat pembuangan akhir tidak semakin berat.
“Mari sama-sama kita jadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup. Dari rumah tangga mulai dipilah, mana sampah plastik, mana sampah organik. Mana sampah yang masih bisa didaur ulang, mana yang memang harus dibawa ke TPA. Ini akan meringankan beban TPA-TPA itu,” pungkasnya.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Sementara itu, operasi pencarian korban longsor gunungan sampah di zona 4 TPST Bantar Gebang telah resmi dihentikan.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan operasi SAR ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan tidak ada lagi laporan orang hilang.
“Pukul 00.00 WIB, dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” kata Desiana.
Insiden longsor tersebut sebelumnya menimbun sejumlah pekerja dan warga yang berada di sekitar lokasi.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar