Gunungan Sampah di TPA Burangkeng Bakal Diolah Jadi RDF, Solusi Baru Persoalan Sampah Bekasi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Tumpukan sampah di TPA Burangkeng yang direncanakan akan diolah menjadi bahan bakar RDF.
INFO CIKARANG — Gunungan sampah di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, direncanakan akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif ramah lingkungan hasil pengolahan sampah padat.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan overkapasitas yang telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar
RDF sendiri merupakan hasil pengolahan sampah melalui proses pemilahan, pencacahan, hingga pengeringan untuk meningkatkan nilai kalor.
Bahan bakar ini umumnya digunakan sebagai pengganti batu bara, terutama di industri seperti pabrik semen.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Sukmawatty Karnahadijat, menyebutkan bahwa saat ini sudah ada pihak swasta yang tertarik untuk mengelola sampah di TPA Burangkeng menjadi RDF.
“Artinya, sampah yang sudah ada itu akan diolah menjadi produk yang punya nilai,” ujarnya.
Tidak Bebani APBD, Justru Tambah PAD
Menariknya, proyek ini tidak akan membebani keuangan daerah. Justru, pemerintah daerah berpotensi mendapatkan pemasukan.
“Biasanya kita harus membayar tipping fee. Tapi di sini tidak ada. Lahan malah disewa oleh mereka, jadi ada pemasukan ke PAD,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Tantangan pada Pasokan Sampah
Meski begitu, tantangan utama dalam proyek ini justru terletak pada pemenuhan pasokan sampah.
Kapasitas mesin yang akan digunakan diperkirakan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.
“Kami yang harus memastikan suplai sampahnya terpenuhi. Karena targetnya 1.000 ton per hari,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari DPRD Kabupaten Bekasi. Anggota Komisi III, Saeful Islam, menilai skema kerja sama ini cukup menguntungkan.
“Ini bukan hanya Bekasi yang butuh. Kita bahkan bisa dapat PAD dari sewa lahan,” katanya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar