Emak-Emak Turun ke Jalan! Ratusan Perempuan Indonesia Tuntut Stop MBG dan Harga BBM Diturunkan
- account_circle Admin
- calendar_month 12 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Ratusan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menuntut penurunan harga BBM dan evaluasi program pemerintah, Kamis (18/6/2026).
INFO CIKARANG – Ratusan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan tuntutan agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak menjawab persoalan utama masyarakat saat ini.
Meski harus berpanas-panasan di bawah terik matahari, para peserta aksi tetap bertahan dan bergantian menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi.
Mayoritas peserta yang merupakan kaum ibu terlihat membawa spanduk serta poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Salah seorang peserta aksi mengatakan bahwa tingginya harga BBM telah berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Harga-harga kebutuhan pokok terus naik. Kami sebagai ibu rumah tangga yang paling merasakan dampaknya saat berbelanja kebutuhan keluarga setiap hari,” ujar salah seorang peserta aksi di sela-sela demonstrasi.
Massa aksi menilai kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang turut memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok di pasar.
Kondisi tersebut dinilai membuat beban ekonomi masyarakat semakin berat.
Selain menuntut penurunan harga BBM, massa juga meminta pemerintah mengevaluasi program MBG yang saat ini tengah berjalan.
Menurut mereka, kebijakan tersebut perlu dikaji kembali agar anggaran negara dapat difokuskan pada program yang dinilai lebih mendesak bagi masyarakat.
“Kami ingin pemerintah lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Harga sembako harus stabil dan masyarakat harus bisa hidup lebih tenang,” kata peserta aksi lainnya saat menyampaikan orasi.
Beberapa peserta tampak membawa pengeras suara sambil menyerukan agar pemerintah lebih peka terhadap kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Koordinator aksi dari Aliansi Perempuan Indonesia menyebut bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian kaum perempuan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat.
“Kami hadir untuk menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya para ibu yang setiap hari berhadapan langsung dengan kebutuhan rumah tangga. Kami berharap pemerintah mendengar suara kami,” ujarnya.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar