Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Skandal Tunjangan DPRD Kabupaten Bekasi Masuk Meja Hijau, Nama Dani Ramdan hingga BN Holik Muncul di Persidangan

Skandal Tunjangan DPRD Kabupaten Bekasi Masuk Meja Hijau, Nama Dani Ramdan hingga BN Holik Muncul di Persidangan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
  • comment 0 komentar
Sidang perdana dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung. Jaksa menyebut kerugian negara mencapai Rp21,7 miliar berdasarkan audit BPKP.

Sidang perdana dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung. Jaksa menyebut kerugian negara mencapai Rp21,7 miliar berdasarkan audit BPKP.

INFO CIKARANG – Sidang perdana kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan (tuper) DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019-2024 mulai bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Rabu (17/6/2026).

Dalam persidangan tersebut, sejumlah nama pejabat dan mantan pejabat Kabupaten Bekasi ikut disebut dalam rangkaian fakta yang diungkap jaksa penuntut umum.

Dua terdakwa yang menjalani persidangan adalah mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman, serta mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong Sanif.

Keduanya didakwa terkait dugaan penyimpangan dalam penetapan tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gani Alamsyah menjelaskan perkara bermula ketika pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi mengusulkan kenaikan tunjangan perumahan.

Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui proses penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Hasil penilaian KJPP menetapkan tunjangan perumahan sebesar Rp42,8 juta per bulan untuk Ketua DPRD, Rp30,35 juta untuk Wakil Ketua DPRD, dan Rp19,8 juta untuk anggota DPRD.

Namun, hasil tersebut disebut tidak disetujui oleh sebagian pimpinan dan anggota dewan.

“Terdakwa Soleman meminta KJPP untuk mengubah penilaian tapi ditolak oleh pihak KJPP. Lalu penilaian tunjangan ini diubah dengan penghitungan sendiri,” ujar Gani saat membacakan dakwaan di hadapan majelis hakim.

Menurut jaksa, perubahan perhitungan tersebut menyebabkan nilai tunjangan meningkat signifikan.

Tunjangan Wakil Ketua DPRD disebut naik menjadi Rp42,3 juta per bulan, sementara tunjangan anggota DPRD melonjak menjadi Rp41,8 juta per bulan.

Dalam dakwaan juga diungkap bahwa besaran tunjangan yang kemudian diberikan mencapai Rp50 juta per bulan untuk Ketua DPRD, Rp48 juta untuk Wakil Ketua DPRD, dan Rp46 juta per bulan bagi anggota DPRD.

Jaksa menilai selisih pembayaran tunjangan tersebut menjadi salah satu faktor yang menimbulkan kerugian negara.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), total kerugian negara dalam perkara ini mencapai sekitar Rp21,7 miliar.

Untuk menguatkan dakwaan, jaksa telah menyiapkan sekitar 55 orang saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan lanjutan.

Para saksi berasal dari berbagai unsur, mulai dari mantan anggota DPRD, anggota DPRD aktif, pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi, hingga pihak akuntan publik.

Dalam persidangan, nama mantan Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan dan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratullah turut disebut dalam rangkaian proses yang akan didalami lebih lanjut melalui keterangan para saksi.

Sementara itu, kuasa hukum Soleman, Simon Agung Girsang, menyatakan pihaknya tidak mengajukan eksepsi terhadap dakwaan yang dibacakan jaksa.

Menurutnya, fakta-fakta yang sebenarnya akan terungkap selama proses pemeriksaan saksi berlangsung.

“Kami tidak melakukan eksepsi. Nanti dalam pemeriksaan saksi-saksi akan terlihat bagaimana fakta sebenarnya. Kalau ada keterangan yang tidak sesuai tentu akan kami bantah,” ujar Simon.

Di sisi lain, penasihat hukum Rahmat Atong Sanif, Sira Prayuna, menegaskan kliennya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan besaran tunjangan perumahan DPRD.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil keputusan politik yang lahir melalui mekanisme rapat dewan.

“Penetapan itu merupakan keputusan politik dewan. Pak Rahmat Atong tidak memiliki legal standing untuk memutuskan besaran tunjangan perumahan,” kata Sira.

Persidangan dijadwalkan berlanjut dengan agenda pemeriksaan para saksi.

Tahapan tersebut diperkirakan menjadi bagian penting dalam mengungkap peran masing-masing pihak dalam proses penetapan tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Bekasi yang kini berujung pada perkara hukum.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antrean Panjang di Samsat Cikarang Usai Lebaran, Pemutihan Pajak Jadi Buruan

    Antrean Panjang di Samsat Cikarang Usai Lebaran, Pemutihan Pajak Jadi Buruan

    • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Hari pertama pelayanan setelah libur Lebaran di Kantor Samsat Kabupaten Bekasi langsung diserbu warga. Sejak Selasa pagi, 8 April 2025, antrean panjang tampak mengular di halaman kantor Samsat yang berlokasi di Jalan Raya Industri, Cikarang Utara. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean mulai terbentuk sejak pukul 06.30 WIB, padahal loket baru resmi dibuka […]

  • Bekasi Jadi Pilihan, 30 Ribu Warga DKI Pindah Domisili

    Bekasi Jadi Pilihan, 30 Ribu Warga DKI Pindah Domisili

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Selama 2024, lebih dari 30 ribu penduduk baru tercatat di Kota Bekasi. Hal ini disebabkan kebijakan penonaktifan Nomor Induk Kependudukan (NIK) oleh Pemprov DKI Jakarta bagi warga yang tidak lagi tinggal di ibu kota. Akibatnya, banyak warga yang menetap di Bekasi harus segera mengurus perpindahan identitas. Proses Mudah Perpindahan KTP Kepala Disdukcapil […]

  • Rumah Warga Griya Hasanah Cibitung Dibobol Maling Siang Bolong, Pagar Diduga Digerinda

    Rumah Warga Griya Hasanah Cibitung Dibobol Maling Siang Bolong, Pagar Diduga Digerinda

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Rumah warga di kawasan Griya Hasanah, Cibitung, Kabupaten Bekasi, dilaporkan dibobol maling pada Sabtu (17/10/2026). Aksi tersebut disebut terjadi pada tengah hari. Informasi mengenai kejadian itu disampaikan seorang pengguna Threads melalui unggahan yang meminta bantuan warganet untuk mengetahui keberadaan atau identitas pelaku. Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut rumah adiknya menjadi sasaran pencurian […]

  • Kasus Ijazah Palsu Masuk Ranah Hukum, Jokowi Lapor Sejumlah Nama ke Polda Metro

    Kasus Ijazah Palsu Masuk Ranah Hukum, Jokowi Lapor Sejumlah Nama ke Polda Metro

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kehadiran Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, di Markas Polda Metro Jaya pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.50 WIB, telah dilakukan sebagai bagian dari proses hukum terkait isu yang sedang mencuat mengenai dugaan penggunaan ijazah palsu. Pelaporan tersebut dilakukan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan dilanjutkan ke Subdirektorat Keamanan Negara (Kamneg) […]

  • Sejumlah pemuda terlihat berada di kawasan Alun-Alun Rangkasbitung saat aksi pengejaran yang kemudian berujung keributan pada Minggu malam.

    Aksi Kelompok Pemuda di Alun-Alun Rangkasbitung Berujung Keributan, Polisi Belum Beri Keterangan

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Suasana di kawasan Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak tegang pada Minggu malam (9/8/2026). Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri sebagai “Tim Pembasmi Boti Banten” terlihat melakukan aksi pengejaran terhadap beberapa orang di kawasan tersebut. Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah pemuda tampak […]

  • Pemprov Jabar menetapkan perluasan cakupan UMSK Tahun 2026.

    UMSK Jawa Barat 2026 Diperluas, Kota Bekasi Catat Upah Sektoral Tertinggi Tembus Rp6 Juta

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperluas cakupan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2026. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.876-Kesra/2025, sekaligus menggantikan aturan sebelumnya. Dalam ketentuan terbaru tersebut, jumlah daerah yang masuk skema UMSK meningkat signifikan. Jika pada tahun sebelumnya hanya mencakup 12 kabupaten/kota, kini UMSK 2026 berlaku […]

expand_less