Kemenperin Bantah Kabar Dua Pabrik Komponen Otomotif Akan Relokasi ke Vietnam
- account_circle Admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Aktivitas produksi di salah satu pabrik komponen otomotif. Kemenperin memastikan perusahaan yang dikabarkan akan relokasi ke Vietnam masih beroperasi normal di Indonesia.
INFO CIKARANG – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah kabar yang menyebut dua perusahaan komponen otomotif di Indonesia akan memindahkan kegiatan produksinya ke Vietnam.
Pemerintah memastikan hingga saat ini kedua perusahaan tersebut masih beroperasi seperti biasa dan belum ada rencana relokasi.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada perusahaan yang dimaksud.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya indikasi pemindahan pabrik maupun penghentian produksi di Indonesia.
“Setelah kami konfirmasi, mereka tidak ada isu relokasi. Mereka masih produksi normal,” ujar Setia dalam keterangannya dikutip Kamis, (25/6/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi informasi yang sebelumnya disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.
Dalam keterangannya, Said menyebut terdapat dua perusahaan komponen otomotif berinisial PT J dan PT S yang dikabarkan berpotensi memindahkan operasionalnya ke Vietnam.
Menurut Said, apabila relokasi benar terjadi, ribuan pekerja berpotensi terdampak karena kedua perusahaan tersebut merupakan bagian penting dari rantai pasok industri otomotif nasional.
Namun hingga saat ini, nama lengkap kedua perusahaan tersebut belum diungkap ke publik.
Said menjelaskan bahwa proses dialog antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja masih berlangsung sehingga informasi lebih rinci belum dapat disampaikan.
“Belum bisa disebut nama lengkap perusahaannya karena sedang proses dialog dengan serikat pekerja,” kata Said Iqbal pada 22 Juni 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa Vietnam dinilai menjadi salah satu tujuan yang menarik bagi industri otomotif karena pemerintah negara tersebut tengah gencar mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Meski demikian, Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi maupun pengajuan terkait relokasi dari kedua perusahaan yang dimaksud.
Aktivitas produksi masih berjalan normal dan perusahaan tetap menjalankan operasionalnya di Indonesia.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar