Disekap dan Dianiaya Pacar Selama Sepekan, Perempuan Asal Cikarang Kabur Lewat Jendela
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi kekerasan dalam hubungan. Seorang perempuan di Cikarang mengaku disekap dan dianiaya kekasihnya selama sepekan hingga nekat melarikan diri melalui jendela kontrakan.
INFO CIKARANG – Seorang perempuan berinisial TS (25), warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya berinisial SL (28).
Korban mengaku mengalami kekerasan hampir setiap hari selama disekap di sebuah rumah kontrakan di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.
TS mengaku berhasil melarikan diri setelah sekitar satu pekan dikurung di dalam kontrakan. Kesempatan itu datang ketika pelaku sedang pergi meninggalkan rumah.
“Dia memukul menggunakan tangan dan kaki. Hampir setiap hari saya dipukul untuk meluapkan emosinya,” ujar TS dalam keterangannya dikutip Selasa, (14/7/2026).
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh.
Selain itu, ia mengaku tidak diperbolehkan keluar dari kontrakan selama kurang lebih satu minggu.
Korban menjelaskan pintu rumah kontrakan selalu dikunci menggunakan gembok dari luar. Saat pelaku pergi pada malam hari, ia memutuskan melarikan diri melalui jendela karena tidak memiliki akses keluar melalui pintu.
“Seminggu saya disekap dan dikunci oleh pelaku. Saya akhirnya berhasil kabur saat malam hari ketika pelaku sedang pergi. Saya keluar melalui jendela karena pintu dikunci menggunakan gembok dari luar,” katanya.
TS mengungkapkan dirinya telah menjalin hubungan dengan SL selama lebih dari satu tahun setelah berkenalan melalui media sosial. Terlapor diketahui merupakan pria asal Provinsi Sumatera Utara.
Merasa menjadi korban tindak pidana, TS kemudian melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut ke Polres Metro Bekasi agar diproses sesuai ketentuan hukum.
Sementara itu, anggota keluarga korban, Riska, mengaku sempat kehilangan kontak dengan TS selama beberapa waktu sehingga tidak mengetahui keberadaannya.
Ia baru mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima pesan WhatsApp dari korban yang berisi pengakuan telah menjadi korban kekerasan disertai foto dan video kondisi wajah korban.
“Saya dapat komunikasi dari dia. Dia bilang habis dipukuli, lalu langsung mengirim foto dan video yang memperlihatkan kondisi wajahnya yang mengalami luka akibat dipukul,” ujar Riska.
Menurutnya, pada awal hubungan korban dengan terlapor tidak pernah terdengar adanya persoalan serius. Namun dalam beberapa bulan terakhir, korban mulai mengeluhkan sering mendapat perlakuan kasar dari kekasihnya.
Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Bekasi Kombes Ikhlas Putro Wasono membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penyekapan tersebut.
Ia mengatakan penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Unit Reserse Mobil (Resmob) telah diterjunkan untuk memburu terduga pelaku.
“Kami sudah menerima laporan adanya kejadian penyekapan dan saat ini anggota dari Unit PPA dan Unit Resmob Polres Metro Bekasi sedang memburu pelaku. Mohon doanya agar kasus ini cepat terungkap dan pelaku segera tertangkap,” kata Ikhlas.
Selain melakukan pengejaran, penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti serta memperkuat proses penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Saksi-saksi sudah kami dalami. Kurang lebih tiga sampai lima orang sudah kami periksa,” tandasnya.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar