Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Ayah Kandung Bekerja di Luar Negeri, Balita 4 Tahun Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Tarumajaya Kabupaten Bekasi

Ayah Kandung Bekerja di Luar Negeri, Balita 4 Tahun Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Tarumajaya Kabupaten Bekasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Ayah Kandung Bekerja di Luar Negeri, Balita 4 Tahun Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Tarumajaya Kabupaten Bekas.

Ayah Kandung Bekerja di Luar Negeri, Balita 4 Tahun Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

INFO CIKARANG – Seorang balita perempuan berusia empat tahun berinisial QSH diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya di sebuah rumah kontrakan di Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Polres Metro Bekasi telah mengamankan terduga pelaku berinisial DM (19) setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi mengenai seorang balita yang diduga menjadi korban kekerasan.

Setelah menerima informasi itu, Unit Reskrim Polsek Tarumajaya langsung mendatangi rumah sakit untuk melakukan pengecekan.

Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga merupakan akibat tindak kekerasan.

Hasil visum sementara menunjukkan korban mengalami luka lebam pada bagian punggung, dada, wajah, dan perut.

Selain itu, ditemukan pula luka lecet serta luka bakar di bagian bokong yang dinilai tidak sesuai dengan penyebab kecelakaan biasa.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga dugaan kekerasan terhadap korban telah terjadi berulang kali sejak Mei hingga awal Juli 2026.

Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, bentuk dugaan kekerasan yang dilakukan antara lain memukul korban menggunakan gayung, mencubit, hingga melukai bagian tubuh korban menggunakan sikat gigi.

Sebelumnya, terduga pelaku sempat menyampaikan kepada tenaga medis bahwa luka-luka pada tubuh korban disebabkan karena terpeleset di kamar mandi.

Namun, dokter menemukan kondisi luka yang tidak sesuai dengan penjelasan tersebut sehingga kasus ini dilaporkan kepada UPTD PPA Kabupaten Bekasi dan diteruskan ke kepolisian.

Polisi juga masih mendalami motif dugaan penganiayaan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, tindakan itu diduga dipicu persoalan pribadi terduga pelaku terhadap suaminya maupun keluarga suami yang kemudian dilampiaskan kepada korban.

Saat kejadian, korban diketahui tinggal bersama ibu tiri dan seorang adik sambung yang masih berusia satu tahun.

Sementara ayah kandung korban sedang bekerja di luar negeri dan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tidak mengetahui dugaan kekerasan yang dialami putrinya.

Dalam proses penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu gayung berwarna hijau, satu sikat gigi anak berwarna biru, pakaian milik terduga pelaku, serta hasil visum sementara dari RSUD Koja.

Selain memeriksa terduga pelaku, penyidik juga telah meminta keterangan dari pelapor, kakak korban, nenek korban, serta sejumlah saksi lainnya.

Polisi turut berkoordinasi dengan DP3A dan UPTD PPA Kabupaten Bekasi untuk memastikan korban memperoleh perawatan medis, pendampingan psikologis, serta perlindungan.

Atas dugaan perbuatannya, DM dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Apabila terbukti mengakibatkan luka berat, ancaman hukumannya paling lama lima tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.

Ancaman pidana tersebut juga dapat diperberat sepertiga karena terduga pelaku merupakan orang tua tiri korban.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi Simpang Unisma, Kota Bekasi. Dinas Perhubungan mengungkap kamera CCTV di lokasi kecelakaan truk ekspedisi dan enam sepeda motor dalam kondisi blackout.

    Terungkap! CCTV di Simpang Unisma Bekasi Mati Saat Truk Tabrak Enam Motor, Dishub: Sudah Blackout Sejak Lama

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengungkap fakta baru terkait kecelakaan maut yang melibatkan truk ekspedisi dan enam sepeda motor di Simpang Universitas Islam “45” (Unisma), Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Kamera pengawas (CCTV) yang berada di lokasi kejadian ternyata tidak berfungsi saat insiden terjadi. Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengatakan […]

  • Suasana mall di Kabupaten Bekasi dipadati pengunjung saat libur Lebaran 2026, menjadi pilihan rekreasi keluarga.

    Momen Libur Lebaran 2026, Mall di Cikarang Dipadati Warga

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pola masyarakat dalam menghabiskan waktu saat libur lebaran 2026 mulai mengalami perubahan, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi. Jika sebelumnya lebaran identik dengan berkumpul di rumah dan bersilaturahmi bersama keluarga besar, kini banyak warga justru memilih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan atau mall. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah kawasan, salah satunya di […]

  • Polsek Cikarang Utara Cek Lokasi Dugaan Peredaran Obat Terlarang di Cikarang Kota

    Polsek Cikarang Utara Cek Lokasi Dugaan Peredaran Obat Terlarang di Cikarang Kota

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Unit Reskrim Polsek Cikarang Utara melakukan pengecekan langsung ke salah satu rumah yang diduga menjadi tempat peredaran obat terlarang di Kampung Harapan Baru, Kelurahan/Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (24/8/2025). Kanit Reskrim Polsek Cikarang Utara, AKP Wahyudi SH, mengatakan bahwa pengecekan dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat. “Kami […]

  • Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan usai kebakaran melanda lapak pedagang kaki lima di area Pasar Ramayana Cikarang.

    Ternyata Ini Penyebab Kebakaran yang Hanguskan 8 Lapak Pedagang di Pasar Ramayana Cikarang

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kebakaran melanda area Pasar Ramayana Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah lapak pedagang kaki lima yang berada di kawasan pasar dan sempat memicu kepanikan warga sekitar. Berdasarkan informasi dari para pedagang di lokasi kejadian, sedikitnya terdapat delapan lapak pedagang kaki lima yang […]

  • Pelanggaran DPT di Pilkada 2024 Kabupaten Bekasi, 4 TPS Direkomendasikan Gelar PSU

    Pelanggaran DPT di Pilkada 2024 Kabupaten Bekasi, 4 TPS Direkomendasikan Gelar PSU

    • calendar_month Kam, 5 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Bekasi mulai memunculkan sejumlah dinamika. Salah satu sorotan utama datang dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi yang mengeluarkan rekomendasi untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin. Pelanggaran yang Ditemukan Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar […]

  • Ilustrasi pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi. Pemkab Bekasi menetapkan besaran honor bagi panitia, KPPS, PPDP, hingga Satlinmas yang bersumber dari APBD.

    Honor Panitia Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Resmi Ditetapkan, Ketua Terima Rp1,3 Juta per Bulan hingga KPPS Rp950 Ribu

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi menetapkan besaran honorarium bagi panitia dan petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Seluruh biaya penyelenggaraan, termasuk insentif penyelenggara di tingkat desa hingga tempat pemungutan suara (TPS), dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi. Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Bupati […]

expand_less