Ada Potensi Kekeringan, Warga Kabupaten Bekasi Diminta Siapkan Cadangan Air Sejak Sekarang
- account_circle Admin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Warga diimbau menyiapkan tempat penampungan air sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau 2026.
INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi berpotensi menimbulkan gangguan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menyiapkan tempat penampungan air di rumah masing-masing, terutama bagi warga yang tinggal di daerah yang selama ini kerap terdampak kekeringan saat kemarau panjang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan penampungan air dapat menjadi solusi sederhana untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga ketika pasokan mulai berkurang.
Menurutnya, cadangan air akan sangat membantu masyarakat apabila sumber air seperti sumur maupun saluran lainnya mengalami penurunan debit selama musim kemarau.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menjelaskan bahwa puncak kemarau diperkirakan berlangsung antara Juli hingga September 2026.
Pada periode tersebut, intensitas hujan diprediksi menurun sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih.
Ia menambahkan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi hampir setiap tahun mengalami persoalan serupa ketika musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan musim kemarau sejak April 2026.
Surat tersebut ditujukan kepada perangkat daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat agar melakukan langkah mitigasi sejak dini.
Selain menghemat penggunaan air, masyarakat juga diminta aktif memantau kondisi lingkungan dan segera melaporkan apabila mulai terjadi kesulitan mendapatkan air bersih.
BPBD memastikan akan menyalurkan bantuan distribusi air bersih bagi wilayah yang terdampak kekeringan.
Namun pemerintah desa diminta segera mengajukan permohonan bantuan apabila kondisi mulai terjadi di wilayahnya.
Dalam pengajuan bantuan, desa perlu menyertakan sejumlah data pendukung seperti lokasi terdampak, titik koordinat, jumlah kepala keluarga yang membutuhkan bantuan, serta kontak penanggung jawab di lapangan.
Data tersebut diperlukan agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Pemerintah berharap kesiapsiagaan yang dilakukan sejak awal dapat mengurangi dampak kekeringan dan menjaga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar