Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Disangka DPO Taufik Hidayat, Aktor Preman Pensiun Ini Sampai Dikeplak Emak-Emak Saat Beli Nasi Goreng

Disangka DPO Taufik Hidayat, Aktor Preman Pensiun Ini Sampai Dikeplak Emak-Emak Saat Beli Nasi Goreng

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
  • comment 0 komentar
Aditya Pratama Putra, aktor Preman Pensiun asal Soreang, menjadi korban salah sangka karena wajahnya dianggap mirip dengan Taufik Hidayat, DPO kasus penyekapan dan penganiayaan wanita di Bandung.

Aditya Pratama Putra, aktor Preman Pensiun asal Soreang, menjadi korban salah sangka karena wajahnya dianggap mirip dengan Taufik Hidayat, DPO kasus penyekapan dan penganiayaan wanita di Bandung.

INFO CIKARANG – Viral di media sosial, wajah Taufik Hidayat yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan seorang perempuan di Bandung ternyata menyeret orang lain yang tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut.

Adalah Aditya Pratama Putra, warga Soreang, Kabupaten Bandung, yang mengaku menjadi korban salah sangka lantaran wajahnya dianggap mirip dengan Taufik Hidayat.

Bahkan, aktor yang pernah bermain dalam serial televisi Preman Pensiun itu mengaku sempat mengalami berbagai kejadian tidak menyenangkan di ruang publik.

Awalnya, Aditya tidak terlalu menanggapi ketika sejumlah teman mengirim pesan dan menandainya di media sosial karena dinilai memiliki kemiripan dengan sosok DPO yang tengah diburu polisi.

Namun seiring semakin viralnya foto Taufik Hidayat, situasi mulai berubah.

Ia mengaku sering mendapat tatapan sinis dari orang-orang yang ditemuinya di tempat umum.

“Awalnya saya kira cuma bercandaan teman-teman. Tapi lama-lama kalau lagi di luar banyak yang lihat dengan tatapan aneh, seperti curiga,” ujar Aditya.

Puncaknya terjadi saat dirinya berada di sebuah minimarket. Seorang pria tiba-tiba menarik bajunya dari belakang dan menanyakan apakah dirinya adalah DPO yang sedang dicari polisi.

Terkejut dengan tuduhan tersebut, Aditya langsung menjelaskan bahwa dirinya bukan orang yang dimaksud.

Bahkan, ia sampai menunjukkan kartu identitas untuk meyakinkan warga tersebut.

Setelah melihat KTP yang ditunjukkan, pria itu akhirnya meminta maaf karena mengira Aditya adalah Taufik Hidayat.

Tak berhenti sampai di situ, kejadian serupa kembali dialaminya pada malam hari ketika sedang membeli nasi goreng bersama sang istri.

Menurut pengakuannya, seorang emak-emak tiba-tiba menghampiri lalu menepuk kepalanya sebelum pergi begitu saja.

Meski tidak mengetahui alasan pasti tindakan tersebut, Aditya menduga perempuan itu juga mengira dirinya adalah buronan yang sedang ramai diberitakan.

“Itu saya lagi beli nasi goreng sama istri, tiba-tiba dikeplak ibu-ibu. Setelah itu langsung pergi. Mungkin dikira saya DPO juga,” katanya sambil tertawa.

Situasi tersebut membuat Aditya mulai merasa khawatir, terlebih setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sempat mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi terkait keberadaan Taufik Hidayat.

Tak ingin terjadi kesalahpahaman yang lebih besar, Aditya akhirnya membuat video klarifikasi dan mengunggahnya ke media sosial.

Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya bukan Taufik Hidayat yang sedang diburu aparat kepolisian.

“Saya bikin video karena khawatir. Takut ada yang salah sasaran lagi. Soalnya sudah dua kali mengalami kejadian seperti itu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Aditya berharap polisi segera menangkap pelaku yang sebenarnya agar masyarakat tidak lagi salah menuduh orang lain.

Sebelumnya, kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Polisi kemudian menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka sekaligus DPO sebelum akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa malam, 23 Juni 2026.

Kasus tersebut menyita perhatian luas masyarakat dan memicu berbagai spekulasi di media sosial, termasuk munculnya insiden salah sasaran yang dialami Aditya Pratama Putra.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Zebra Jaya 2025 Resmi Digelar di Kabupaten Bekasi, Sasar 11 Pelanggaran Lalu Lintas

    Operasi Zebra Jaya 2025 Resmi Digelar di Kabupaten Bekasi, Sasar 11 Pelanggaran Lalu Lintas

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Mulai hari ini, 17 November 2025, Polres Metro Bekasi secara resmi melaksanakan Operasi Zebra Jaya 2025 di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Operasi ini berlangsung hingga 30 November 2025dengan tujuan utama mewujudkan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lalu lintas menjelang Operasi Lilin Jaya 2025 — operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru. Operasi ini tidak […]

  • KAI Commuter sesuaikan jadwal CL Cikarang dan Rangkasbitung.

    KAI Commuter Tambah Perjalanan di Lintas Rangkasbitung, Jadwal Cikarang Ikut Disesuaikan

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — KAI Commuter melakukan penyesuaian jadwal perjalanan Commuter Line yang mulai berlaku pada Sabtu, 13 Desember 2025. Penyesuaian tersebut mencakup lintas Commuter Line Rangkasbitung dan Commuter Line Cikarang, seiring diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan perubahan jadwal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan, […]

  • Petugas pemadam kebakaran mengingatkan warga untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggal mudik Lebaran.

    Waspada Kebakaran Saat Mudik! Ini Imbauan Disdamkar agar Rumah Tetap Aman Ditinggal Lebaran

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, masyarakat diimbau tidak hanya fokus pada perjalanan, tetapi juga memastikan kondisi rumah tetap aman saat ditinggal dalam waktu lama. Melalui imbauan resmi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi mengingatkan pentingnya langkah pencegahan untuk menghindari risiko kebakaran saat rumah kosong selama mudik. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Adeng […]

  • 17 Jalan Dibuka, 4 Ditutup! Begini Aturan Baru Akses di Kawasan MM2100

    17 Jalan Dibuka, 4 Ditutup! Begini Aturan Baru Akses di Kawasan MM2100

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Demi meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas di kawasan industri, Polsek Cikarang Barat bersama pengelola Kawasan MM2100 menggelar rapat sosialisasi terkait pengaturan ulang akses jalan. Acara yang berlangsung pada Jumat (31 Mei 2025) ini diadakan di Conference Room Pengelola Kawasan MM2100 dan dihadiri oleh perwakilan perusahaan, unsur Forkopimcam Cikarang Barat, serta pihak […]

  • Banjir di Kabupaten Bekasi Mulai Surut, BPBD Fokus Tangani Dua Kecamatan”

    Banjir di Kabupaten Bekasi Mulai Surut, BPBD Fokus Tangani Dua Kecamatan”

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu menjadi peristiwa yang patut diperhatikan, meski sudah surut tapi masih ada dua dari 14 kecamatan yang terendam. Meski begitu, dua kecamatan masih tergenang air, yakni Babelan dan Tarumajaya, dengan tiga desa yang terdampak. Terkait banjir ini, berbagai upaya penanganan pun dilakukan oleh […]

  • Ketegangan soal Rumah Doa HKBP Bekasi akhirnya mereda.

    Delapan Kesepakatan Ditempuh untuk Akhiri Polemik Rumah Doa HKBP di Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Upaya meredam ketegangan terkait keberadaan Rumah Doa Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kabupaten Bekasi akhirnya membuahkan hasil. Ketegangan soal Rumah Doa HKBP Bekasi akhirnya mereda. Melalui forum musyawarah yang melibatkan pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan perwakilan jemaat, delapan poin kesepakatan disepakati sebagai jalan damai penyelesaian konflik. Musyawarah tersebut berlangsung di Rumah […]

expand_less