Kasus Hanta Virus Mulai Jadi Sorotan di Jabodetabek, Kabupaten Bekasi Tingkatkan Kewaspadaan
- account_circle T.T
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi virus yang menjadi salah satu reservoir utama penyebaran virus Hanta.
INFO CIKARANG — Penyebaran virus Hanta atau hantavirus mulai menjadi perhatian serius di wilayah Jabodetabek.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi meningkatkan kewaspadaan dengan menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk memperkuat pengawasan dan deteksi dini.
Langkah antisipasi itu dilakukan melalui surat edaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi bernomor 400.7.7.1/5943/Dinkes/2026 yang diterbitkan pada 11 Mei 2026.
Dalam surat tersebut, rumah sakit, puskesmas, hingga klinik diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kasus Hantavirus di wilayah Kabupaten Bekasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supria Dinata, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus Hantavirus di Kabupaten Bekasi.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah pencegahan sejak dini.
“Di Kabupaten Bekasi belum ada puskesmas maupun rumah sakit yang melaporkan kasus Hantavirus, namun kami tetap waspada,” ujar Supria Dinata, dikutip Kamis, (21/5/2026).
Virus Hanta diketahui berasal dari Orthohantavirus dengan tikus dan celurut sebagai reservoir utama penyebaran virus.
Virus tersebut dapat menyebabkan dua penyakit berbahaya yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Bahkan tingkat kematian akibat HPS disebut bisa mencapai hingga 60 persen.
Berdasarkan data surveilans tahun 2025, tercatat terdapat 10 kasus konfirmasi virus Hanta di Indonesia yang tersebar di lima provinsi, termasuk Jawa Barat.
Di wilayah Jawa Barat sendiri, dua kasus ditemukan masing-masing di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Ciamis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga meminta fasilitas kesehatan untuk lebih memperhatikan pasien dengan gejala yang menyerupai leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), tifoid, maupun gangguan pernapasan akut.
Selain itu, pemeriksaan laboratorium diminta ditingkatkan guna memastikan diagnosis terhadap kemungkinan infeksi virus Hanta.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri badan, sakit kepala, batuk, sesak napas, hingga penyakit kuning.
“Penularan virus Hanta dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi,” jelas Supria.
Dengan langkah kewaspadaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap penyebaran Hantavirus dapat dicegah sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
- Penulis: T.T



Saat ini belum ada komentar