Drainase Jadi Keluhan Terbesar Warga Kabupaten Bekasi, Anggaran Ternyata Tak Sampai 5 Persen dari Total Infrastruktur
- account_circle Admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi banjir di ruas jalan Kabupaten Bekasi. Buruknya sistem drainase menjadi keluhan utama warga, namun alokasi anggaran penanganannya masih dinilai belum sebanding.
INFO CIKARANG – Masalah drainase kembali menjadi sorotan utama masyarakat Kabupaten Bekasi.
Dari berbagai persoalan infrastruktur yang ada, sistem saluran air dinilai sebagai yang paling mendesak untuk segera dibenahi karena berdampak langsung terhadap aktivitas warga.
Hal tersebut terlihat dari hasil polling publik yang dilakukan oleh salah satu media lokal.
Hasilnya menunjukkan sebanyak 46 persen responden memilih drainase sebagai masalah utama.
Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding jalan rusak yang berada di posisi kedua dengan 31 persen suara.
Sementara itu, kemacetan lalu lintas berada di angka 15 persen, dan penerangan jalan umum (PJU) sebesar 8 persen.
Warga menilai buruknya drainase menyebabkan genangan hingga banjir di sejumlah titik, terutama saat hujan deras turun dalam waktu singkat.
“Kalau hujan sebentar saja, jalan sudah langsung tergenang. Motor sering mogok dan aktivitas jadi terganggu,” ujar Robi (44), warga Cikarang Barat.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya yang merasa masalah drainase sudah berlangsung lama tanpa perbaikan signifikan.
“Bukan cuma banjir, tapi jalan juga cepat rusak karena airnya tidak mengalir dengan baik,” kata Ismaya (39), warga Cikarang Utara.
Jika dibandingkan dengan anggaran infrastruktur Kabupaten Bekasi tahun 2026, alokasi untuk drainase memang tergolong kecil.
Dari total anggaran infrastruktur sekitar Rp1,2 triliun, hanya sekitar Rp58 miliar yang dialokasikan untuk penanganan drainase, termasuk program drainase lingkungan dan drainase pintar.
Jumlah tersebut setara kurang dari 5 persen dari total anggaran infrastruktur yang tersedia.
Sebagai perbandingan, beberapa pos lain mendapatkan alokasi lebih besar seperti:
Program jalan mulus: Rp190 miliar
PJU jalan lingkungan: Rp96 miliar
PJU jalan kabupaten: Rp74 miliar
Jalan lingkungan: Rp71 miliar
Ketua Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, menilai hasil polling tersebut menunjukkan bahwa drainase seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan.
Menurutnya, jika aspirasi masyarakat tidak sejalan dengan alokasi anggaran, maka dampak jangka panjang seperti banjir dan kerusakan jalan akan terus berulang.
“Drainase ini bukan sekadar saluran air, tapi sistem yang menentukan ketahanan infrastruktur lain. Kalau ini diabaikan, jalan sebagus apa pun akan cepat rusak,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan perhatian terhadap sistem drainase, tidak hanya fokus pada pembangunan jalan.
“Jangan sampai tiap tahun cuma tambal sulam. Kami butuh solusi jangka panjang,” kata warga lain di wilayah Cikarang.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar