Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Bupati Purwakarta Minta Maaf Usai Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejad Tuai Sorotan Publik

Bupati Purwakarta Minta Maaf Usai Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejad Tuai Sorotan Publik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Ilustrasi Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Lagu ciptaannya menjadi sorotan publik karena liriknya dinilai kontroversial dan menuai kritik dari berbagai pihak.

Ilustrasi Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Lagu ciptaannya menjadi sorotan publik karena liriknya dinilai kontroversial dan menuai kritik dari berbagai pihak.

INFO CIKARANG – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait polemik lagu ciptaannya yang berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejad”.

Lagu tersebut menjadi sorotan setelah liriknya dinilai sebagian pihak mengandung unsur yang merendahkan martabat perempuan.

Kontroversi ini mencuat di tengah perbincangan warganet yang menilai penggunaan diksi dalam lagu tersebut kurang pantas dan memunculkan kesan patriarkal yang cukup kuat.

Hal tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, khususnya dari kalangan perempuan.

Menanggapi hal tersebut, Om Zein menyampaikan klarifikasi bahwa lagu itu sebenarnya telah diciptakan sejak tahun 2020.

Ia menegaskan bahwa karya tersebut merupakan bentuk refleksi pribadi atas perjalanan hidupnya sendiri.

“Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun, tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu, itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” ujarnya dalam keterangan resminya dikutip Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa lagu tersebut lahir dari proses perenungan terhadap perilaku dirinya di masa lalu.

Menurutnya, karya itu merupakan bentuk ekspresi atas rasa syukur sekaligus refleksi diri sebagai seorang laki-laki.

Om Zein juga menambahkan bahwa melalui lagu tersebut ia mencoba menggambarkan kondisi dirinya pada masa itu ke dalam bentuk lirik.

“Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal, dan bersyukur menciptakan saya jadi lelaki… mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri,” ungkapnya.

Meski telah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf, perbincangan terkait lagu tersebut masih terus berlanjut di media sosial.

Sebagian pihak menilai karya seni memang bersifat subjektif, namun tetap perlu mempertimbangkan sensitivitas publik dalam penyampaiannya.

Hingga kini, polemik lagu tersebut masih menjadi perhatian masyarakat di Purwakarta dan sekitarnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi. Pemkab Bekasi mulai menerapkan sistem pemungutan suara hibrida dengan menghadirkan satu TPS Digital di setiap desa.

    Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 Terapkan TPS Digital, Pemilih Cukup Scan QR untuk Mencoblos

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Selain tetap mempertahankan metode pencoblosan menggunakan surat suara, pemerintah daerah juga mulai menerapkan sistem pemungutan suara hibrida melalui kehadiran satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) Digital di setiap desa. Kebijakan tersebut diatur dalam Surat Edaran Bupati Bekasi Nomor 100.3.4.2/SE-97/DPMD tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Masa Bakti 2026–2034 yang menjadi acuan seluruh tahapan Pilkades, […]

  • Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan usai kebakaran melanda lapak pedagang kaki lima di area Pasar Ramayana Cikarang.

    Ternyata Ini Penyebab Kebakaran yang Hanguskan 8 Lapak Pedagang di Pasar Ramayana Cikarang

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kebakaran melanda area Pasar Ramayana Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah lapak pedagang kaki lima yang berada di kawasan pasar dan sempat memicu kepanikan warga sekitar. Berdasarkan informasi dari para pedagang di lokasi kejadian, sedikitnya terdapat delapan lapak pedagang kaki lima yang […]

  • ‘Duka Mereka, Duka Kita’ Mahasiswa UPB Bekasi Bantu Korban Bencana Sukabumi

    ‘Duka Mereka, Duka Kita’ Mahasiswa UPB Bekasi Bantu Korban Bencana Sukabumi

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – “Duka Mereka, Duka Kita Bersama” menjadi tema aksi kemanusiaan yang diadakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pelita Bangsa (UPB) Kabupaten Bekasi. Mereka turun ke jalan untuk menggalang dana bagi korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Sukabumi. Penggalangan dana dilakukan pada 7-8 Desember 2024, dengan lokasi di sekitar kampus dan […]

  • Dua korban penipuan kerja asal Medan dipulangkan polisi setelah sempat terlantar di Kabupaten Bekasi.

    Tertipu Lowongan Kerja, Dua Pria Asal Medan Terlantar di Kabupaten Bekasi hingga Dipulangkan Polisi

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Harapan mendapatkan pekerjaan justru berujung pahit bagi dua pria asal Medan, Sumatera Utara, yang menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja di Kabupaten Bekasi. Wahyu dan Sapri datang ke Bekasi dengan harapan memulai hidup baru. Namun, pekerjaan yang dijanjikan tak pernah ada. Keduanya justru terlantar tanpa uang dan tempat tinggal. Dalam kondisi lelah […]

  • Warga Senior di GCC Cikarang Diduga Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur dengan Alasan Gadai Sawah

    Warga Senior di GCC Cikarang Diduga Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur dengan Alasan Gadai Sawah

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Informasi mengenai seorang warga lanjut usia yang diduga menjadi korban penipuan beredar di kawasan GCC Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Minggu, (9/8/2026). Sepeda motor milik korban disebut dibawa oleh seseorang dengan alasan hendak menggadaikan sawah untuk mendapatkan uang. Informasi tersebut disampaikan oleh warga melalui pesan berantai. Dalam laporan yang beredar, korban disebut sempat […]

  • Warga Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, mengamankan dua orang pelaku teror ketok pintu yang menyamar sebagai pocong jadi-jadian.

    Dikira Pocong Beneran, Warga Pebayuran Malah Tangkap Pelaku Teror Ketok Pintu Tengah Malam

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Teror ketok pintu tengah malam yang sempat membuat resah warga Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi akhirnya berhasil terungkap pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Sejumlah warga yang curiga dengan aksi misterius tersebut berinisiatif melakukan ronda malam untuk mencari tahu pelaku di balik teror yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Hasilnya, warga […]

expand_less