Lahan PSEL Burangkeng Rampung, Pemkab Bekasi Siap Bangun Pabrik Sampah Jadi Listrik Rp80 Miliar
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemkab Bekasi memastikan pembebasan lahan PSEL Burangkeng rampung. Proyek pengolahan sampah jadi listrik senilai Rp80 miliar siap direalisasikan.
INFO CIKARANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mengurai persoalan sampah memasuki tahap penting.
Lahan seluas lima hektare untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sekitar TPA Burangkeng dipastikan telah tuntas dibebaskan.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, pembayaran lahan telah diselesaikan pada 20 Januari 2026.
Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan tahapan pematangan lahan sebelum seluruh progres dilaporkan ke pemerintah pusat.
“Pembebasan lahan sudah dilakukan dan dibayarkan sesuai target kami di awal tahun. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional,” ujar Asep dalam keterangannya dikutip, Jum’at (20/2/2026).
PSEL merupakan bagian dari agenda nasional pengelolaan sampah berkelanjutan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar penimbunan di tempat pembuangan akhir menjadi pemanfaatan energi terbarukan.
Di Kabupaten Bekasi, proyek PSEL akan dibangun di sekitar TPA Burangkeng, Kecamatan Setu. Dengan rampungnya pembebasan lahan, tahapan selanjutnya adalah pematangan area agar siap digunakan untuk konstruksi.
“Proses pematangan lahan sedang berjalan. Harapannya bisa segera selesai agar pembangunan fisik PSEL bisa segera dimulai dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ucap Asep.
Sejak tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Bekasi dinilai cukup proaktif mendukung realisasi PSEL.
Pemerintah daerah menyiapkan anggaran lebih dari Rp80 miliar untuk pembebasan dan pematangan lahan proyek tersebut.
Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi TPA Burangkeng yang sudah mendekati kapasitas maksimum.
Setiap harinya, volume sampah rumah tangga di Kabupaten Bekasi terus meningkat, sementara kemampuan pengelolaan masih terbatas.
PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar sampah tidak lagi menumpuk, sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar