Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Job Fair Bekasi Ricuh, Jadi Bukti Pengangguran Struktural Bukan Isapan Jempol

Job Fair Bekasi Ricuh, Jadi Bukti Pengangguran Struktural Bukan Isapan Jempol

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
  • comment 0 komentar

INFO CIKARANG – Job fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi pada Selasa, 27 Mei 2025, diwarnai kericuhan akibat membludaknya pencari kerja. Lebih dari 25.000 pelamar memadati lokasi, padahal jumlah lowongan yang ditawarkan hanya sekitar 2.000 posisi. Kondisi ini disorot tajam oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, yang menilai insiden tersebut mencerminkan betapa mendesaknya persoalan pengangguran di daerah industri ini.

Nurhadi menilai job fair seharusnya tidak diperlakukan sekadar sebagai seremoni tahunan atau agenda administratif.

“Job fair bukan sekadar ajang seremonial tahunan, melainkan representasi dari masalah besar bernama pengangguran struktural,” tegasnya, Senin, 2/6/2025.

Kericuhan yang terjadi, menurutnya, mengindikasikan lemahnya kesiapan manajerial panitia dan kurangnya antisipasi terhadap lonjakan pengunjung. Hanya karena berebut scanner kode QR untuk mengakses daftar perusahaan, suasana menjadi tidak terkendali.

Dia pun mendorong agar ke depannya acara Job Fair tidak lagi terpusat, tetapi didesentralisasi hingga ke tingkat kecamatan atau zona industri. Dengan begitu, distribusi peserta lebih merata dan tidak menimbulkan kepadatan yang membahayakan.

Ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan industri, atau mismatch skill. Untuk mengatasi hal ini, ia mendorong peningkatan pelatihan vokasional dan layanan bimbingan karier sebagai strategi jangka panjang.

Di sisi lain, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program 100 hari kerja dengan misi utama menekan angka pengangguran. Ia berjanji akan meningkatkan kapasitas bursa kerja ke depan, agar dapat menampung lebih banyak pencari kerja.

Namun demikian, kericuhan dalam pelaksanaan job fair pertama ini justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah program penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Bekasi sudah dirancang secara komprehensif?*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan duka yang mendalam bagi warga terdampak.

    Data Terbaru Banjir dan Longsor di Sumatra: 969 Meninggal, 5.000 Luka-Luka

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menimbulkan duka mendalam. Hingga Rabu pagi (10/12/2025), jumlah korban meninggal tercatat 969 jiwa, sementara korban luka mencapai 5.000 orang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 09.11 WIB. Selain itu, 262 orang masih dilaporkan hilang. Bencana ini […]

  • Sapi Kurban Prabowo Disalurkan di Cikarang dan Babelan, Ada yang Beratnya 1.050 Kg

    Sapi Kurban Prabowo Disalurkan di Cikarang dan Babelan, Ada yang Beratnya 1.050 Kg

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Masyarakat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendapatkan perhatian khusus pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah dengan diterimanya tiga ekor sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Hewan-hewan kurban tersebut telah dikirim ke sejumlah lokasi yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Menurut keterangan dari Dwian Wahyudiharto, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner […]

  • Suami Istri di Cikarang Gelapkan Dana Yayasan Pendidikan Rp710 Juta, Begini Modusnya!

    Suami Istri di Cikarang Gelapkan Dana Yayasan Pendidikan Rp710 Juta, Begini Modusnya!

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pasangan suami istri (pasutri), Alwi Alatas dan Holisoh Nurul Huda (HNH), ditangkap oleh Polres Metro Bekasi atas dugaan penggelapan dana yayasan pendidikan yang mencapai Rp710 juta. Menurut Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Mustofa, tersangka Alwi Alatas sebelumnya menjabat sebagai kepala sekolah di SDIT Atssurayya, sementara sang istri, Holisoh Nurul Huda, adalah bendahara […]

  • Warga Cikarang Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Lampu di Lapak Dagang

    Warga Cikarang Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Lampu di Lapak Dagang

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang warga di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, tewas tersengat aliran listrik saat memasang lampu di lapak dagangan pada Sabtu (6/9/2025). Insiden itu terjadi di kawasan Stadion Wibawa Mukti, Taman Sehati. Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban awalnya sedang mempersiapkan lapak jualannya. Namun, tanpa disadari ia menyentuh kabel bertegangan tinggi yang masih dialiri listrik. […]

  • Percobaan Pencurian Motor di Cikarang Barat Gagal, Aksi Terekam CCTV!

    Percobaan Pencurian Motor di Cikarang Barat Gagal, Aksi Terekam CCTV!

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Perumahan Telaga Harapan, Cikarang Barat, Bekasi, dikejutkan dengan percobaan pencurian motor yang terjadi pada Minggu siang, 9 Februari 2025. Dua pelaku yang terekam kamera pengawas sempat mencoba membobol motor di sebuah rumah, namun akhirnya gagal dan kabur. Kronologi Kejadian Dalam rekaman CCTV yang beredar, dua pria dengan mengendarai Honda Scoopy merah […]

  • DPRD Bekasi mengakui Perda Kepariwisataan belum efektif mengendalikan THM akibat benturan regulasi pusat dan provinsi.

    DPRD Kabupaten Bekasi Nilai Perda Kepariwisataan Tak Efektif Kendalikan Tempat Hiburan Malam

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — DPRD Kabupaten Bekasi mengakui lemahnya daya tekan Peraturan Daerah (Perda) Kepariwisataan dalam mengendalikan operasional Tempat Hiburan Malam (THM). Kondisi ini disebut sebagai dampak benturan regulasi antara aturan daerah dengan kebijakan di tingkat pusat dan provinsi. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo, menilai Perda Nomor 3 Tahun […]

expand_less