Pria Diduga ODGJ Nyaris Diamuk Warga Usai Coba Bawa Mobil di Bekasi Utara
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sen, 15 Des 2025
- comment 0 komentar

Seorang pria nyaris diamuk massa usai coba bawa mobil warga di Bekasi Utara
INFO CIKARANG — Seorang pria nyaris menjadi korban amuk massa setelah ketahuan mencoba membawa sebuah mobil milik warga di kawasan Duta Harapan, Kelurahan Harapan Baru, Kota Bekasi Utara, Rabu siang (10/12/2025). Beruntung, situasi berhasil dikendalikan sebelum emosi warga meluap.
Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Imam Syafii, mengatakan peristiwa bermula ketika sebuah mobil yang terparkir di area ruko diketahui dalam kondisi tidak terkunci, bahkan kunci kontak masih tertinggal di dalam kendaraan.
“Mobil itu diparkir di kawasan ruko Duta Harapan dalam keadaan terbuka dan kuncinya ada di dalam,” ujar Imam saat dalam keterangannya dikutip, Senin (15/12/2025).
Gerak-gerik Mencurigakan Picu Kecurigaan Warga
Pria tersebut sempat berpura-pura seolah merupakan pemilik kendaraan. Namun, sikapnya yang mencurigakan membuat warga sekitar segera menghampiri dan mengamankannya. Untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri, warga kemudian menyerahkan pria itu ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Bekasi Utara langsung membawa pria tersebut untuk dilakukan pemeriksaan awal.
Jawaban Ngawur, Polisi Duga Gangguan Kejiwaan
Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapati pria tersebut tidak mampu menjawab pertanyaan dengan jelas. Ucapannya kerap tidak nyambung dan menunjukkan perilaku yang mengarah pada gangguan kejiwaan.
“Ada indikasi gangguan mental. Saat ditanya, jawabannya ngelantur, menyebut hal-hal yang tidak relevan,” jelas Imam.
Tak lama kemudian, orang tua pria tersebut datang ke kantor polisi dan membenarkan bahwa anaknya memang tengah mengalami masalah kejiwaan.
Diserahkan ke Petugas Sosial
Setelah dilakukan pendataan, pria tersebut diketahui belum memiliki identitas kependudukan. Polisi pun memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum dan memilih pendekatan kemanusiaan.
Pada Rabu malam, pria itu diserahkan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bekasi Utara untuk mendapatkan penanganan lanjutan, didampingi oleh aparat wilayah setempat.
“Selanjutnya kami serahkan ke TKSK, didampingi Pak RW, untuk penanganan sosial di tingkat kecamatan,” pungkas Imam.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar