Dibegal di Depan Rumah, Remaja di Setu Tak Berkutik Saat Pelaku Acungkan Sajam
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

INFO CIKARANG — Aksi kriminal jalanan kembali bikin resah warga. Seorang remaja menjadi korban pembegalan tepat di depan rumahnya di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu.
Peristiwa ini bahkan terekam kamera CCTV dan viral di media sosial karena dinilai nekat terjadi saat korban sudah berada di depan rumahnya sendiri.
Dalam rekaman berdurasi kurang dari satu menit, korban terlihat baru tiba sekitar pukul 04.00 WIB.
Namun situasi langsung berubah mencekam saat dua pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Pelaku sempat melintas, lalu berbalik arah dan mendekati korban. Salah satu pelaku yang mengenakan hoodie hitam turun dari motor dan langsung mengancam korban dengan senjata tajam.
Korban yang kaget sempat mencoba mempertahankan motornya. Namun situasi tidak seimbang karena pelaku lain tetap siaga di atas kendaraan.
Aksi berlangsung cepat. Dalam kondisi terdesak, korban akhirnya memilih menyelamatkan diri.
Motor jenis Yamaha Aerox miliknya pun langsung dibawa kabur oleh pelaku.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik setelah videonya menyebar luas. Banyak warga menilai aksi tersebut sangat berani karena dilakukan di area permukiman.
Kapolsek Setu, Usep Aramsyah, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
“Terkait kejadian pengancaman dengan kekerasan yang terjadi di Desa Burangkeng Kecamatan Setu itu kejadian jam 4.00 WIB. Saat ini dari Polsek sedang melakukan penyelidikan di lokasi,” ujarnya.
Meski video sudah viral, korban hingga kini diketahui belum membuat laporan resmi ke polisi.
“Kami masih menunggu dari pihak korban untuk membuat laporan secara resmi,” tambahnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di waktu dini hari.
Menurut Usep, sejumlah titik di wilayah Setu masih tergolong rawan karena minim penerangan dan kondisi jalan yang belum optimal.
“Apabila melaksanakan aktivitas dini hari, lebih meningkatkan kewaspadaan, karena di wilayah Setu ini masih banyak area yang penerangannya kurang,” jelasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar