Lebaran Bekasi Jadi Benteng Budaya, Pemkab Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Lokal
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Ming, 5 Apr 2026
- comment 0 komentar

Suasana Lebaran Bekasi di Tambun Utara dengan tradisi palang pintu dan nyorog sebagai simbol pelestarian budaya lokal.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga budaya lokal melalui gelaran Lebaran Bekasi ke-8 yang berlangsung di Tambun Utara, Sabtu (4/4/2026).
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menilai kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam mempertahankan identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
“Bekasi ini daerah multikultural. Banyak pendatang dari berbagai negara, tapi budaya asli tetap harus kita jaga,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi khas seperti nyorog, yakni kebiasaan bersilaturahmi kepada orang tua atau sesepuh memiliki nilai luhur yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Tak hanya itu, pertunjukan budaya seperti palang pintu juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
Pemkab Bekasi bahkan berencana mengalokasikan anggaran rutin agar kegiatan Lebaran Bekasi bisa terus digelar setiap tahun.
“Ke depan akan kita dukung secara berkelanjutan, karena ini bagian dari identitas daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Jajaka Nusantara, HK Damin Sada, mengungkapkan bahwa Lebaran Bekasi lahir dari keprihatinan terhadap mulai memudarnya budaya lokal.
“Kalau budaya sampai hilang, lalu apa identitas kita sebagai orang Bekasi?” ucapnya.
Ia menambahkan, tradisi silaturahmi secara langsung memiliki nilai yang tidak bisa tergantikan oleh teknologi, sehingga perlu terus dijaga dan dirawat bersama.
Menurutnya, Lebaran Bekasi bukan hanya ajang budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga dan antara masyarakat dengan pemimpin daerah.
Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ini pun disambut positif. Ia berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah terus diperkuat agar budaya lokal tetap hidup dan berkembang.
“Yang penting kegiatan ini terus berjalan dan semakin baik ke depan,” tambahnya.
Melalui Lebaran Bekasi, semangat kebersamaan dan pelestarian budaya diharapkan tetap terjaga, sekaligus menjadi pengingat bahwa identitas lokal adalah bagian penting dari jati diri masyarakat.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar