Geger! Bos Toko Material di Babelan Tewas Gantung Diri, Polisi Temukan Dugaan Tekanan Utang dan Pinjol
- account_circle T.T
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di toko material milik AFH di wilayah Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, setelah korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (27/5/2026).
INFO CIKARANG – Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Seorang pemilik toko material berinisial AFH (44) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam tokonya yang berada di wilayah Kelurahan Bahagia, Rabu (27/5/2026) siang.
Korban pertama kali ditemukan oleh putranya, BF (19), yang datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat tiba di toko, BF mendapati rolling door dalam kondisi terbuka. Namun suasana di dalam toko tampak tidak biasa.
Ketika masuk ke bagian dalam bangunan, BF terkejut melihat ayahnya sudah tidak bernyawa dengan leher terikat tali tambang yang tersambung ke bagian plafon dapur toko.
Tak hanya itu, di lokasi yang sama, ibu korban berinisial S (40) juga ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Saat dicek, S masih bernapas. BF kemudian meminta bantuan warga untuk mengevakuasi ibunya ke Rumah Sakit Ananda Babelan,” kata Kanit Reskrim Polsek Babelan, AKP Syafwardi.
Mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan indikasi bahwa korban diduga mengalami tekanan ekonomi yang cukup berat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Syafwardi, korban disebut memiliki persoalan utang pribadi serta pinjaman online yang diduga terus membebani kondisi keuangannya.
“Korban diduga mengalami tekanan ekonomi. Dari hasil pemeriksaan awal dan barang bukti yang ditemukan, terdapat indikasi terkait persoalan utang dan pinjaman online yang sedang dihadapi korban,” ujarnya.
Polisi juga menemukan sejumlah bukti digital dari telepon genggam korban yang mengarah pada adanya tekanan penagihan yang diterima secara terus-menerus.
“Dari ponsel korban ditemukan bukti adanya tekanan penagihan yang dialami korban dalam beberapa waktu terakhir,” tambah Syafwardi.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh fakta di balik peristiwa tersebut.
Tim identifikasi dari Polres Metro Bekasi juga telah diterjunkan guna membantu proses pemeriksaan dan pendalaman kasus.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian,” katanya.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar yang mengenal korban sebagai pengusaha toko material di wilayah tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan psikologis, masalah ekonomi, atau kesulitan hidup untuk tidak menghadapi persoalan seorang diri dan segera mencari bantuan kepada keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, maupun layanan profesional yang tersedia.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami krisis emosional atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan darurat kesehatan, tenaga profesional kesehatan jiwa, atau orang terpercaya untuk mendapatkan bantuan.
- Penulis: T.T



Saat ini belum ada komentar