Listrik Padam Ganggu Aktivitas Warga dan UMKM di Kabupaten Bekasi, Pelaku Usaha Mengaku Merugi
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 18 Jun 2026
- comment 0 komentar

Aktivitas pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi terdampak pemadaman listrik. Sejumlah usaha mengaku mengalami penurunan produktivitas dan potensi kerugian akibat gangguan pasokan listrik.
INFO CIKARANG – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gangguan pasokan listrik tersebut disebut menghambat berbagai aktivitas produktif, mulai dari pekerjaan, kegiatan belajar, hingga operasional usaha.
Warga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari ketika listrik padam, terutama bagi mereka yang bekerja secara daring dan bergantung pada jaringan internet.
Selain itu, penggunaan berbagai peralatan elektronik rumah tangga juga ikut terganggu.
Dampak yang lebih besar dirasakan para pelaku UMKM yang mengandalkan listrik untuk menunjang kegiatan usaha.
Mulai dari usaha kuliner, percetakan, hingga toko kelontong mengaku mengalami hambatan operasional saat pemadaman berlangsung.
Salah satu pelaku usaha makanan di Kabupaten Bekasi, Andri, mengatakan pemadaman listrik membuat proses produksi usahanya terhenti.
Menurutnya, sejumlah peralatan yang digunakan setiap hari tidak dapat beroperasi tanpa pasokan listrik yang stabil.
“Kalau listrik mati, produksi otomatis berhenti. Padahal pesanan tetap jalan. Belum lagi bahan makanan yang disimpan di lemari pendingin bisa rusak kalau padamnya terlalu lama,” ujar Andri.
Ia mengaku beberapa kali harus menunda pengerjaan pesanan pelanggan akibat gangguan listrik yang terjadi pada jam-jam produktif. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan pendapatan harian usahanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang bekerja dari rumah.
Salah satunya Rina (29), warga Tambun Selatan, yang mengaku kesulitan menyelesaikan pekerjaannya saat listrik padam.
“Internet ikut mati karena modem tidak menyala. Akhirnya saya harus mencari tempat lain yang ada listrik supaya pekerjaan tetap bisa selesai,” katanya.
Menurut warga, informasi terkait pemadaman sering kali diterima secara mendadak sehingga masyarakat tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat meningkatkan keandalan jaringan listrik sekaligus memberikan informasi lebih cepat apabila terjadi gangguan.
Dengan adanya pemberitahuan yang jelas, warga maupun pelaku usaha dapat mengambil langkah antisipasi untuk meminimalkan kerugian.
Pengamat ekonomi daerah menilai kestabilan pasokan listrik merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Gangguan yang terjadi berulang kali berpotensi memengaruhi produktivitas usaha, terutama sektor UMKM yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Bekasi.
“UMKM sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Jika pemadaman sering terjadi, dampaknya bisa dirasakan langsung terhadap produktivitas dan pendapatan pelaku usaha,” ujarnya.
Hingga saat ini, warga berharap kualitas pelayanan kelistrikan terus ditingkatkan agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Bekasi dapat berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar