Bocah 9 Tahun di Setu Diduga Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Uji Balistik dan Buru Penembak Misterius Secara Door to Door
- account_circle Admin
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Petugas kepolisian melakukan penyelidikan kasus bocah 9 tahun yang diduga menjadi korban peluru nyasar di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Polisi masih memburu pelaku dan menguji proyektil di Laboratorium Forensik.
INFO CIKARANG – Penyelidikan kasus bocah berusia 9 tahun yang diduga menjadi korban peluru nyasar di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, terus bergulir.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku penembakan misterius yang identitasnya belum diketahui.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, proyektil yang berhasil diangkat dari tubuh korban kini diamankan sebagai barang bukti dan akan menjalani uji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor).
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap jenis proyektil, spesifikasi senjata yang digunakan, hingga kemungkinan asal-usul peluru.
Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari metode scientific crime investigation guna mengungkap pelaku secara ilmiah.
“Proyektil yang diangkat dari tubuh korban saat ini telah diamankan sebagai barang bukti. Selanjutnya akan dilakukan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut,” ujar AKP Usep Aramsyah, dalam keterangannya dikutip Rabu, (8/7/2026).
Berdasarkan analisis awal penyidik, proyektil tersebut diduga berasal dari senapan angin.
Meski kerap digunakan untuk hobi berburu atau olahraga menembak, penggunaan senapan angin tetap diatur oleh ketentuan hukum karena memiliki daya rusak yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
“Untuk sementara, dugaan kami proyektil tersebut berasal dari senapan angin. Penggunaan senapan angin sendiri memiliki aturan yang diatur dalam peraturan terkait penggunaan senjata api, karena senapan angin termasuk dalam kategori senjata api untuk keperluan hobi,” jelasnya.
Selain menunggu hasil uji balistik, polisi juga terus memperluas penyelidikan di lapangan.
Sejauh ini, sebanyak enam orang telah dimintai keterangan, terdiri atas tiga teman korban yang saat itu sedang bermain bersama, seorang warga yang berada di sekitar lokasi, serta Ketua RT dan Ketua RW setempat.
Namun, proses pengungkapan kasus tidak berjalan mudah. Minimnya kamera pengawas (CCTV) di kawasan permukiman membuat penyidik harus mengandalkan penyelidikan konvensional dengan mendatangi rumah-rumah warga.
Petugas kini melakukan pendataan secara door to door untuk mencari informasi mengenai warga yang diduga memiliki atau menggunakan senapan angin di sekitar lokasi kejadian.
“Sampai saat ini kami belum mengantongi identitas pelaku. Proses penyelidikan masih berlangsung. Mengingat di kawasan tersebut minim kamera CCTV, penyelidikan dilakukan secara manual dengan metode door to door kepada warga untuk mencari informasi mengenai orang yang diduga menggunakan senapan angin di sekitar lokasi,” pungkas AKP Usep Aramsyah.
Sebelumnya diberitakan, korban berinisial ANS (9) mengalami luka setelah diduga terkena peluru nyasar saat sedang bermain di kawasan Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Beruntung, proyektil berhasil diangkat dari tubuh korban sehingga kini dapat dijadikan barang bukti untuk membantu mengungkap pelaku.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kepemilikan maupun penggunaan senapan angin di sekitar lokasi kejadian agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar