Dikira Kabut, Bau Menyengat Bikin Mata Perih di Kawasan Surya Cipta Karawang
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 29 Okt 2026
- comment 0 komentar

Kondisi seperti kabut dilaporkan terlihat di kawasan Surya Cipta Karawang pada Kamis (29/10/2026). Seorang pengguna Threads mengaku awalnya mengira kabut, tetapi kemudian mencium bau menyengat hingga membuat matanya terasa perih.
INFO CIKARANG – Bau menyengat disertai kondisi seperti kabut dilaporkan terasa hingga kawasan industri Surya Cipta, Kabupaten Karawang, Kamis (29/10/2026).
Pengalaman tersebut dibagikan seorang pengguna Threads melalui akun @wellajalu. Dalam unggahannya, ia mengaku awalnya mengira kondisi yang terlihat di depan merupakan kabut biasa.
Namun, dugaan tersebut berubah setelah mencium bau yang sangat menyengat. Bau tersebut bahkan disebut membuat matanya terasa perih.
“Tadi ke kawasan surya cipta, gue kira kabut yg didepan ternyata kaya gas bocor bau nya menyengat banget bikin perih dimata,” tulis akun @wellajalu dalam unggahannya, Kamis (29/10/2026).
Keluhan tersebut muncul di tengah insiden bau menyengat dan asap yang terjadi di sekitar wilayah Kecamatan Ciampel pada hari yang sama.
Sejumlah warga Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar bau menyengat. Keluhan yang dilaporkan antara lain sesak napas, mual, mata dan hidung perih hingga sakit tenggorokan. (https://karawang.inews.id/)
Kondisi tersebut juga dilaporkan berdampak hingga kawasan industri Surya Cipta. Salah satu laporan menyebut seorang pekerja di kawasan tersebut sempat mengalami sesak napas dan memeriksakan kondisinya ke klinik perusahaan. (taktik.co.id)
Sementara itu, penyebab munculnya asap dan bau menyengat tersebut masih menjadi perhatian. PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 membantah adanya kebocoran gas soda kaustik.
Pihak perusahaan menjelaskan, asap dan bau menyengat berasal dari proses dekomposisi produk kaporit atau Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) yang terkena air hujan di area pra-loading. (detikcom)
Perusahaan menyebut material tersebut sebelumnya telah ditutup menggunakan terpal dan palet kayu. Namun, hujan deras disertai angin kencang membuat air mengenai sebagian produk hingga memicu proses dekomposisi.
Pada sekitar pukul 04.52 WIB, pihak perusahaan mendeteksi asap dan bau menyengat dari area tersebut. Tim pemadam kemudian melakukan penanganan untuk menekan penyebaran. (detikcom)
Di sisi lain, aparat dan instansi terkait juga melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi serta penyebab kejadian secara lebih lanjut. Tim Dinas Lingkungan Hidup bersama kepolisian dan INAFIS disebut melakukan pemeriksaan di lokasi. (JabarNet)
Hingga Kamis malam, unggahan mengenai kondisi di kawasan Surya Cipta tersebut menambah gambaran mengenai sebaran bau menyengat yang dirasakan masyarakat maupun pekerja di sekitar kawasan industri.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar