Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Bantaran Sungai Kabupaten Bekasi Bersertifikat? Normalisasi Terhambat Akibat Kepemilikan SHM

Bantaran Sungai Kabupaten Bekasi Bersertifikat? Normalisasi Terhambat Akibat Kepemilikan SHM

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Kam, 3 Apr 2025
  • comment 0 komentar

Ilustrasi Bantaran Kali di Kabupaten Bekasi. /Foto: Istimewa

INFO CIKARANG – Setelah sebelumnya viral kasus laut bersertifikat, kini muncul fenomena baru di Kabupaten Bekasi. Sejumlah bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Bekasi ternyata memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM). Keberadaan sertifikat ini menjadi penghambat utama proyek normalisasi sungai, yang seharusnya bisa mengurangi risiko banjir di daerah tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memimpin langsung upaya normalisasi pascabanjir awal Maret lalu, mengungkapkan rasa kecewanya. Ia heran bagaimana bisa ada lahan di bantaran sungai yang justru memiliki sertifikat kepemilikan. Bahkan, ia menyindir bahwa jika hal seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin nantinya langit pun ikut bersertifikat.

Proyek normalisasi Sungai Bekasi sejatinya sudah dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah meninjau langsung wilayah Babelan sebagai bagian dari perencanaan pelebaran dan pengerukan sungai. Namun, dengan adanya bangunan bersertifikat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), proyek ini baru berjalan 50 persen dan kini tersendat.

Bangunan Bersertifikat di Bantaran Sungai, Kok Bisa?

Investigasi yang dilakukan oleh tim Metro TV di Kaliusa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, menemukan beberapa rumah dan warung yang berdiri tepat di bantaran sungai. Menariknya, beberapa bangunan tersebut memiliki SHM resmi. Namun, warga sekitar enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait asal-usul kepemilikan sertifikat tersebut.

Lurah Bahagia, Khoirul Anwar, membantah adanya sertifikat kepemilikan di atas tanah pengairan. Menurutnya, tidak ada bangunan yang dilegalisasi di bantaran kali, dan pihaknya masih melakukan pendataan serta inventarisasi terhadap rumah-rumah di sekitar sungai.

Namun, pernyataan lurah tersebut bertentangan dengan pengakuan warga. Beberapa penduduk mengklaim bahwa sertifikat kepemilikan rumah mereka sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Mereka juga menyebut bahwa bentuk aliran sungai mengalami perubahan akibat abrasi, sehingga rumah yang dulunya jauh dari bantaran kini berada di dekat sungai.

BPN Bekasi Akui Ada Penerbitan SHM Sejak 1990-an

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi membenarkan bahwa memang ada SHM yang diterbitkan sejak tahun 1990-an. Kepala BPN Bekasi, Darman, menjelaskan bahwa perubahan aliran sungai dari waktu ke waktu bisa menyebabkan lahan yang dulunya jauh dari sungai kini menjadi bagian dari DAS. Pihaknya pun berencana melakukan survei lapangan untuk mengecek batas kepemilikan tanah dan status sertifikat yang ada.

Di sisi lain, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan bahwa pemerintah sedang menata ulang sistem pertanahan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Proyek normalisasi sungai, penertiban bangunan liar, serta evaluasi kepemilikan lahan terus dilakukan agar banjir besar tidak lagi menghantui Kabupaten Bekasi.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas menyegel lokasi TPS ilegal di Kampung Turi, Tambun Utara, dengan pemasangan garis PPLH dan spanduk larangan.

    Ngotot Beroperasi TPS Ilegal di Tambun Utara Disegel, Terancam Sanksi Pidana

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil tindakan tegas dengan menyegel Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di Kampung Turi, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara. Langkah ini dilakukan setelah pengelola TPS tersebut tetap beroperasi meski sebelumnya telah mendapatkan peringatan dari pemerintah daerah. Penyegelan dilakukan bersama aparat TNI dan Polri dengan memasang […]

  • Warga menyaksikan kebakaran di Alfamart Mustikasari Bekasi yang diduga dipicu korsleting genset usai hujan deras.

    Alfamart di Mustikasari Terbakar Usai Hujan Deras, Diduga Korsleting Genset

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kebakaran melanda salah satu gerai Alfamart di kawasan Mustikasari, Senin (13/4/2026). Insiden tersebut diduga dipicu oleh korsleting pada mesin genset setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa terjadi saat kondisi sekitar masih basah akibat hujan. Diduga, kelembapan tinggi memicu gangguan pada sistem kelistrikan hingga akhirnya menimbulkan percikan api yang cepat membesar. Warga […]

  • Media Info Cikarang menyalurkan makanan bagi warga terdampak banjir di Kampung Poncol Kali Ulu, Desa Tanjungsari, sebagai bentuk kepedulian sosial.

    Info Cikarang Salurkan Bantuan Makan untuk Warga Terdampak Banjir di Kampung Poncol Kali Ulu Desa Tanjungsari

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Media Info Cikarang menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir dengan menyalurkan bantuan makan di Kampung Poncol Kali Ulu, Desa Tanjungsari. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan konsumsi harian warga yang aktivitasnya lumpuh akibat genangan air. Pendistribusian bantuan makan ini dilakukan langsung ke lokasi terdampak banjir. Sejumlah warga terlihat antusias menerima bantuan, terutama […]

  • Tips Aman Hadapi Arus Balik di Terminal Bekasi

    Tips Aman Hadapi Arus Balik di Terminal Bekasi

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Liburan Tahun Baru 2025 akan segera berakhir, dan Terminal Induk Kota Bekasi diprediksi akan dipenuhi penumpang pada Minggu malam, 5 Januari 2025. Sebagai salah satu terminal utama di Jabodetabek, tempat ini akan menjadi titik balik arus liburan bagi ribuan orang yang kembali ke rutinitas mereka. Komandan Regu Piket Terminal, Zulkarnaen, mengingatkan para […]

  • Sidang perdana kasus dugaan suap proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa pengusaha Sarjan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (9/3/2026).

    Sidang Korupsi Pengusaha Sarjan di Tipikor Bandung Ungkap Dugaan Aliran Dana ke Pejabat Pemkab Bekasi dan Anggota DPRD

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Persidangan kasus dugaan suap proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa pengusaha Sarjan mulai bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (9/3/2026). Dalam sidang perdana tersebut, jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan yang memuat sejumlah nama pejabat daerah serta anggota legislatif yang diduga menerima aliran dana terkait proyek […]

  • Jelang Pelantikan, Ade Kuswara & Asep Surya Atmaja Lolos Tes Kesehatan!

    Jelang Pelantikan, Ade Kuswara & Asep Surya Atmaja Lolos Tes Kesehatan!

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja, telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Kabupaten Bekasi pada 14 Februari 2025. Hasilnya? Keduanya dinyatakan sehat dan siap menghadapi pelantikan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Pemeriksaan ini mencakup berbagai aspek untuk memastikan kesiapan fisik […]

expand_less