Nekat Merantau ke Setu Bekasi Demi Kerja, Perempuan Asal Pemalang Malah Ditelantarkan dan Kehilangan HP
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Petugas Polsek Setu membantu perempuan asal Pemalang yang diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja setelah ditelantarkan di Bekasi tanpa bekal dan telepon genggam.
INFO CIKARANG – Harapan untuk mendapatkan pekerjaan di Bekasi justru berujung pengalaman pahit bagi seorang perempuan muda asal Pemalang, Jawa Tengah.
Perempuan bernama Yuli (25) itu diduga menjadi korban penipuan berkedok tawaran pekerjaan setelah ditelantarkan oleh temannya di wilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa tersebut akhirnya mendapat perhatian dari jajaran Polsek Setu yang turun tangan membantu korban hingga dapat kembali pulang ke kampung halamannya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Yuli datang ke Bekasi setelah menerima tawaran pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dari seorang rekannya.
Namun sesampainya di Bekasi, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah ada.
Tidak hanya gagal mendapatkan pekerjaan, Yuli juga diduga kehilangan sejumlah barang pribadinya.
Telepon genggam yang dibawanya dari kampung disebut ikut dibawa oleh teman yang mengajaknya ke Bekasi.
Dalam kondisi kebingungan, tanpa pekerjaan dan tanpa bekal yang cukup, Yuli kemudian mendatangi Polsek Setu untuk meminta bantuan.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah bersama Kanit Reskrim IPTU Isran Raja Gukguk dan personel piket langsung memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban.
“Tindakan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat,” kata AKP Usep Aramsyah, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
Pihak kepolisian kemudian memfasilitasi kepulangan Yuli agar dapat kembali berkumpul dengan keluarganya di Pemalang.
“Kami berharap yang bersangkutan dapat kembali dengan selamat ke keluarganya dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan, terutama yang diperoleh melalui perantara atau kenalan tanpa kejelasan identitas perusahaan maupun kontrak kerja yang resmi.
Warga juga diimbau untuk memastikan informasi lowongan pekerjaan berasal dari sumber terpercaya guna menghindari menjadi korban penipuan serupa.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar