Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Drainase Jadi Keluhan Terbesar Warga Kabupaten Bekasi, Anggaran Ternyata Tak Sampai 5 Persen dari Total Infrastruktur

Drainase Jadi Keluhan Terbesar Warga Kabupaten Bekasi, Anggaran Ternyata Tak Sampai 5 Persen dari Total Infrastruktur

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Ilustrasi banjir di ruas jalan Kabupaten Bekasi. Buruknya sistem drainase menjadi keluhan utama warga, namun alokasi anggaran penanganannya masih dinilai belum sebanding.

Ilustrasi banjir di ruas jalan Kabupaten Bekasi. Buruknya sistem drainase menjadi keluhan utama warga, namun alokasi anggaran penanganannya masih dinilai belum sebanding.

INFO CIKARANG – Masalah drainase kembali menjadi sorotan utama masyarakat Kabupaten Bekasi.

Dari berbagai persoalan infrastruktur yang ada, sistem saluran air dinilai sebagai yang paling mendesak untuk segera dibenahi karena berdampak langsung terhadap aktivitas warga.

Hal tersebut terlihat dari hasil polling publik yang dilakukan oleh salah satu media lokal.

Hasilnya menunjukkan sebanyak 46 persen responden memilih drainase sebagai masalah utama.

Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding jalan rusak yang berada di posisi kedua dengan 31 persen suara.

Sementara itu, kemacetan lalu lintas berada di angka 15 persen, dan penerangan jalan umum (PJU) sebesar 8 persen.

Warga menilai buruknya drainase menyebabkan genangan hingga banjir di sejumlah titik, terutama saat hujan deras turun dalam waktu singkat.

“Kalau hujan sebentar saja, jalan sudah langsung tergenang. Motor sering mogok dan aktivitas jadi terganggu,” ujar Robi (44), warga Cikarang Barat.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya yang merasa masalah drainase sudah berlangsung lama tanpa perbaikan signifikan.

“Bukan cuma banjir, tapi jalan juga cepat rusak karena airnya tidak mengalir dengan baik,” kata Ismaya (39), warga Cikarang Utara.

Jika dibandingkan dengan anggaran infrastruktur Kabupaten Bekasi tahun 2026, alokasi untuk drainase memang tergolong kecil.

Dari total anggaran infrastruktur sekitar Rp1,2 triliun, hanya sekitar Rp58 miliar yang dialokasikan untuk penanganan drainase, termasuk program drainase lingkungan dan drainase pintar.

Jumlah tersebut setara kurang dari 5 persen dari total anggaran infrastruktur yang tersedia.

Sebagai perbandingan, beberapa pos lain mendapatkan alokasi lebih besar seperti:

Program jalan mulus: Rp190 miliar

PJU jalan lingkungan: Rp96 miliar

PJU jalan kabupaten: Rp74 miliar

Jalan lingkungan: Rp71 miliar

Ketua Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, menilai hasil polling tersebut menunjukkan bahwa drainase seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan.

Menurutnya, jika aspirasi masyarakat tidak sejalan dengan alokasi anggaran, maka dampak jangka panjang seperti banjir dan kerusakan jalan akan terus berulang.

“Drainase ini bukan sekadar saluran air, tapi sistem yang menentukan ketahanan infrastruktur lain. Kalau ini diabaikan, jalan sebagus apa pun akan cepat rusak,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan perhatian terhadap sistem drainase, tidak hanya fokus pada pembangunan jalan.

“Jangan sampai tiap tahun cuma tambal sulam. Kami butuh solusi jangka panjang,” kata warga lain di wilayah Cikarang.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi air di Bendungan Kali Cilemahabang, Kabupaten Bekasi, tampak menghitam dengan rona keunguan di sejumlah titik.

    Bikin Miris! Air Bendungan Kali Cilemahabang Berubah Hitam Pekat, Warga Soroti Dugaan Pencemaran Limbah

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kondisi lingkungan di kawasan Bendungan Kali Cilemahabang, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan di lokasi, kualitas air sungai tampak mengalami perubahan yang cukup mencolok dan diduga dipengaruhi oleh pencemaran limbah. Air yang sebelumnya mengalir dengan kondisi relatif normal kini terlihat berubah menjadi hitam pekat. Di beberapa titik bahkan tampak muncul rona […]

  • Suasana Pasar Hewan Cikarang di kawasan Pasar Lama Cikarang yang masih terlihat sepi pembeli pada Sabtu, (23/5/2026).

    Ketua Paguyuban Pasar Hewan Cikarang Ajak Warga Beli Hewan Kurban di Pasar Lokal

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kondisi Pasar Hewan Cikarang yang berada di kawasan Pasar Lama Cikarang pada Sabtu, (23/5/2026), terpantau masih sepi pembeli, khususnya untuk penjualan hewan kurban jenis kambing. Padahal, momen menjelang Hari Raya Idul Adha biasanya menjadi salah satu periode paling ramai bagi para pedagang hewan kurban. Namun hingga saat ini, aktivitas jual beli di […]

  • Kapolres Metro Bekasi Sumarni saat buka puasa bersama pengemudi ojek online, sekaligus mengajak ojol berperan aktif menjaga keamanan selama Ramadhan di Kabupaten Bekasi.

    Kapolres Metro Bekasi Libatkan Ojol dalam Pengawasan Keamanan Selama Ramadhan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kepolisian Resor Metro Bekasi mengajak pengemudi ojek online (ojol) untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan. Para pengemudi diminta menjadi “mata dan telinga” kepolisian di jalanan, seiring meningkatnya mobilitas warga. Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menyampaikan ajakan tersebut saat kegiatan buka puasa bersama ratusan pengemudi ojol dari berbagai komunitas. […]

  • TPST Bantar Gebang menghadapi tekanan serius akibat kapasitas yang semakin terbatas.

    Daya Tampung Kian Kritis, Penanganan Sampah Jakarta Didorong Fokus dari Sumbernya

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dinilai semakin mengkhawatirkan seiring menipisnya daya tampung. Upaya penanganan longsor yang selama ini dilakukan dianggap belum menyentuh persoalan mendasar karena masih bersifat reaktif dan sementara. Langkah-langkah seperti perbaikan dinding penahan, pembangunan turap, hingga pemindahan tumpukan sampah saat longsor terjadi dinilai tidak lagi efektif di […]

  • Sidang perdana kasus dugaan suap proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa pengusaha Sarjan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (9/3/2026).

    Sidang Korupsi Pengusaha Sarjan di Tipikor Bandung Ungkap Dugaan Aliran Dana ke Pejabat Pemkab Bekasi dan Anggota DPRD

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Persidangan kasus dugaan suap proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa pengusaha Sarjan mulai bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (9/3/2026). Dalam sidang perdana tersebut, jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan yang memuat sejumlah nama pejabat daerah serta anggota legislatif yang diduga menerima aliran dana terkait proyek […]

  • Sekda Bekasi hadiri Halal Bihalal MUI, bahas penguatan SDM dan kolaborasi pembangunan daerah.

    Pemkab Bekasi Apresiasi Peran MUI dalam Penguatan SDM

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi menilai peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) penting dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) di daerah. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal MUI Kabupaten Bekasi di Kompleks Pemkab Cikarang Pusat. Menurutnya, kolaborasi antara ulama dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting […]

expand_less