Pembangunan Manusia di Kabupaten Bekasi Memperlihatkan Perkembangan Sepanjang 2025
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar

Upaya Pemkab Bekasi meningkatkan kualitas pembangunan manusia sepanjang 2025 mulai membuahkan hasil.
INFO CIKARANG — Upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Sejumlah indikator utama mencatatkan perbaikan signifikan, mulai dari penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, hingga capaian prestasi di tingkat provinsi dan nasional.
Capaian tersebut tidak lepas dari penguatan koordinasi lintas sektor yang digerakkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi.
Sinergi antarperangkat daerah dinilai menjadi kunci dalam memastikan berbagai program strategis berjalan searah dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menjelaskan bahwa Bappeda berperan sebagai penghubung utama dalam menyatukan program-program nasional dan daerah agar tepat sasaran.
“Bappeda memang bukan pelaksana teknis, tetapi kami mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan program lintas sektor, khususnya yang berkaitan dengan stunting, kemiskinan, dan Kabupaten Kota Sehat,” ujar Fadly dalam keterangannya dikutip Rabu, (14/1/2025).
Stunting Turun Signifikan
Pada sektor kesehatan, Kabupaten Bekasi mencatat prestasi menonjol dalam penanganan stunting.
Daerah ini berhasil menempati peringkat keempat terbaik di Jawa Barat dalam penilaian kinerja konvergensi stunting yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penilaian tersebut didasarkan pada pelaksanaan delapan aksi konvergensi sesuai ketentuan, termasuk ketepatan sasaran intervensi di lapangan.
“Prevalensi stunting turun dari 23,2 persen pada 2023 menjadi 18,2 persen di 2024. Ada penurunan sekitar 5 persen, dan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak,” jelas Fadly.
Selain implementasi program, konsistensi pelaporan juga menjadi faktor penilaian penting.
Kabupaten Bekasi secara rutin menyampaikan laporan bulanan dan triwulanan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Dalam Negeri.
Kemiskinan Menurun, Raih Apresiasi Nasional
Tak hanya di sektor kesehatan, kinerja Kabupaten Bekasi dalam menekan angka kemiskinan juga mendapat pengakuan.
Berdasarkan evaluasi, persentase penduduk miskin berhasil ditekan dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 4,3 persen di 2025.
Capaian tersebut mengantarkan Kabupaten Bekasi menerima apresiasi dari Tabloid Tempo atas keberhasilan program pengentasan kemiskinan.
“Penurunan 0,5 persen ini cukup signifikan dan menunjukkan efektivitas program yang dijalankan,” kata Fadly.
Kabupaten Kota Sehat dan ODF 100 Persen
Prestasi lainnya ditorehkan melalui raihan Penghargaan Swasti Saba Padapa Kabupaten Kota Sehat pada November 2025.
Penghargaan ini diberikan setelah Kabupaten Bekasi dinyatakan mencapai status Open Defecation Free (ODF) 100 persen serta memenuhi penilaian sembilan tatanan Kabupaten Kota Sehat.
“Ini merupakan buah dari komitmen bersama sejak 2023 untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan hidup masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkas Fadly.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar