Banjir Rendam Kabupaten Bekasi, Hampir 15 Ribu KK Terdampak di 17 Kecamatan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kondisi banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi dan memaksa ribuan warga terdampak.
INFO CIKARANG — Kabupaten Bekasi kembali dikepung banjir. Hingga Senin pagi, 19 Januari 2026, bencana hidrometeorologi tersebut telah berdampak pada 14.855 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 39 desa pada 17 kecamatan.
Luapan air yang belum surut memaksa ribuan warga mengungsi demi menyelamatkan diri.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, sebanyak 1.336 warga harus meninggalkan rumah dan kini ditampung di 12 titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan banjir melanda sejumlah wilayah dengan tingkat genangan ya
ng bervariasi.
Kecamatan terdampak antara lain Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Sukawangi, Cabangbungin, Cibitung, Tambun Selatan, Cikarang Barat, Karangbahagia, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Pebayuran, hingga Cikarang Pusat.
“Petugas terus melakukan asesmen di lapangan, membantu evakuasi warga, serta menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak,” ujar Dodi.
Sejumlah lokasi pengungsian telah diaktifkan. Di Kecamatan Babelan, warga mengungsi di Masjid Al Maghfur, Desa Babelan Kota.
Sementara di Tambun Utara, pengungsian dipusatkan di Perumahan Green Avenue Desa Sriamur serta Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan, Desa Srimukti.
Adapun di Kecamatan Sukawangi, titik pengungsian tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Aula Kantor Desa Sukamekar, SDN Sukamekar 01, Musala Nurul Huda, Masjid Al Muhajirin, hingga Perumahan Lavender.
Selain itu, pengungsian juga dibuka di Kantor Desa Sukajadi, Kantor Kecamatan Kedungwaringin, Kampung Kali Ulu Desa Karang Raharja, serta Kampung Poncol Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara.
BPBD Kabupaten Bekasi memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna mempercepat penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada, mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi meningkatkan debit air di sejumlah titik.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar