Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Tragedi Longsor Bantar Gebang Ungkap Masalah Besar, Menteri LH Sebut Sampah Jakarta Sudah 80 Juta Ton

Tragedi Longsor Bantar Gebang Ungkap Masalah Besar, Menteri LH Sebut Sampah Jakarta Sudah 80 Juta Ton

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
  • comment 0 komentar
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut longsor sampah di TPST Bantar Gebang sebagai fenomena “gunung es” dari persoalan pengelolaan sampah Jakarta yang sudah menumpuk hingga 80 juta ton.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut longsor sampah di TPST Bantar Gebang sebagai fenomena “gunung es” dari persoalan pengelolaan sampah Jakarta yang sudah menumpuk hingga 80 juta ton.

INFO CIKARANG — Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai tragedi longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang yang menewaskan tujuh orang hanyalah “puncak gunung es” dari berbagai persoalan pengelolaan sampah di Jakarta.

Menurut Hanif, insiden longsor sampah di Bantargebang menunjukkan adanya masalah serius yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, termasuk penggunaan metode pengelolaan sampah yang dinilai tidak lagi layak.

“Jadi kejadian ini (longsor) ‘gunung es’-nya saja. Pasti ada pejabat-pejabat sebelumnya yang juga harus kami mintai keterangan kenapa kegiatan open dumping ini tidak dihentikan,” kata Hanif dalam keterangannya dikutip, Rabu (11/3/2026).

Timbunan Sampah Bantargebang Capai 80 Juta Ton

Hanif mengungkapkan bahwa kondisi tumpukan sampah di TPST Bantargebang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, total sampah yang tertimbun di lokasi tersebut telah mencapai lebih dari 80 juta ton.

Selain volumenya yang sangat besar, tinggi gunungan sampah di area tersebut juga tergolong ekstrem.

“Berdasarkan catatan kami, maka terdapat lebih dari 80 juta ton sampah tertumpuk di TPST Bantar Gebang. Dengan tinggi berdasarkan data kami, maka tinggi daerah yang tidak aktif mencapai 50 meter, kemudian tinggi aktif dari tumpukan sampah mencapai 73 meter,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pekerja maupun warga yang tinggal di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia itu.

Potensi Pencemaran Lingkungan

Selain berisiko longsor, Hanif juga menyoroti dampak lingkungan yang muncul akibat penumpukan sampah dalam jumlah besar di Bantargebang.

Ia menyebut tim Kementerian Lingkungan Hidup menemukan indikasi pencemaran di sejumlah sumber air di sekitar kawasan tersebut.

“Dari sisi lingkungan juga sudah kita identifikasikan bahwa timbulnya kandungan-kandungan logam berat pada sungai-sungai dan sumur masyarakat di sekitar Bantargebang. Ini yang akan terus kita teliti,” kata Hanif.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di lokasi tersebut perlu segera diubah secara bertahap agar tidak terus menimbulkan risiko bagi lingkungan dan masyarakat.

Jakarta Masih Berstatus Kota Kotor

Dalam kesempatan itu, Hanif juga menyebut wilayah Daerah Khusus Jakarta hingga saat ini masih berstatus sebagai kota kotor berdasarkan evaluasi pengelolaan sampah.

Status tersebut, kata dia, berlaku untuk seluruh wilayah administrasi Jakarta.

“DKJ sampai hari ini statusnya masih dalam status kota kotor. Kota kotor untuk keenam wilayah administrasinya, baik itu di Jakarta Pusat sampai di Jakarta Kepulauan, semuanya masuk dalam kategori kota kotor,” tuturnya.

Pemilahan Sampah Jadi Kunci

Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah tidak akan selesai jika masyarakat dan pemerintah tidak melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Ia menilai teknologi pengolahan sampah secanggih apa pun tidak akan efektif tanpa adanya pemisahan sampah dari awal.

“Sehebat apa pun teknologi yang digunakan, secanggih apa pun metodologi yang didebatkan maka sejatinya penanganan sampah hanya bisa dimulai setelah dilakukan pemilahan. Tanpa pemilahan maka biaya penanganannya cukup sangat tinggi,” jelasnya.

Hanif pun mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan, untuk bersama-sama memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

“Cukuplah sudah kekisruhan penanganan sampah di Jakarta. Mari kita benahi mulai sekarang semua unsur TNI-Polri yang ada di DKJ, semua unsur yang ada di pemerintah pusat, atau pemerintah DKJ mari bergandeng tangan bersama-sama mengurai permasalahan sampah ini secepat-cepatnya,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Drainase Buruk, Banjir Kembali Genangi Lampu Merah Delta Mas

    Drainase Buruk, Banjir Kembali Genangi Lampu Merah Delta Mas

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi menyebabkan genangan di berbagai titik. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Lampu Merah Delta Mas, Kecamatan Cikarang Pusat pada Senin malam, 7 Juli 2025. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat genangan air menutupi hampir seluruh badan jalan. Sejumlah pengendara tampak kesulitan […]

  • Libur Lebaran Usai, Cikarang Kembali Padat! Kawasan Industri Hidup Lagi

    Libur Lebaran Usai, Cikarang Kembali Padat! Kawasan Industri Hidup Lagi

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Setelah libur panjang Lebaran 2025, aktivitas di Kota Industri terbesar se-Asia Tenggara ini kembali menggeliat. Senin, 7 April 2025 menjadi hari pertama masuk kerja bagi para pekerja di kawasan industri Bekasi, dan lalu lintas pun langsung padat! Di kawasan Hyundai, Jl. Raya Cikarang – Cibarusah, khususnya di sekitar Sukaresmi, Cikarang Selatan, suasana […]

  • Curhat Warga Cluster Setia Mekar di Tambun: Rumah 30 Tahun Dihuni, Tiba-tiba Dieksekusi!

    Curhat Warga Cluster Setia Mekar di Tambun: Rumah 30 Tahun Dihuni, Tiba-tiba Dieksekusi!

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Penolakan terhadap aksi eksekusi digaungkan oleh ratusan warga Cluster Setia Mekar, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, di eksekusi tersebut dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Cikarang Kelas II pada Kamis (30/1/2025). Salah satu korban, Asmawati (65 tahun), tak kuasa menahan tangis saat rumah yang ia tempati selama 30 tahun dieksekusi […]

  • Kebakaran di Parkiran RSUD Kota Bekasi! Bukan Korsleting, Ini Penyebabnya!

    Kebakaran di Parkiran RSUD Kota Bekasi! Bukan Korsleting, Ini Penyebabnya!

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kejadian tak terduga terjadi di RSUD Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi pada Selasa malam, 4 Maret 2025. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tembok area masuk parkir khusus dokter mengalami kebakaran, sementara rumah sakit tersebut masih dikepung banjir sejak pagi harinya. Sejumlah petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi […]

  • Bekasi Jadi Pilihan, 30 Ribu Warga DKI Pindah Domisili

    Bekasi Jadi Pilihan, 30 Ribu Warga DKI Pindah Domisili

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Selama 2024, lebih dari 30 ribu penduduk baru tercatat di Kota Bekasi. Hal ini disebabkan kebijakan penonaktifan Nomor Induk Kependudukan (NIK) oleh Pemprov DKI Jakarta bagi warga yang tidak lagi tinggal di ibu kota. Akibatnya, banyak warga yang menetap di Bekasi harus segera mengurus perpindahan identitas. Proses Mudah Perpindahan KTP Kepala Disdukcapil […]

  • Petugas melakukan pemeriksaan di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dadan Ditangkap, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG di BGN Kian Terbongkar

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kasus dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung RI melakukan penindakan di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (3/6/2026). Mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dikabarkan turut diamankan dalam operasi tersebut. Penangkapan itu terjadi bersamaan dengan penggeledahan besar-besaran di […]

expand_less