Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Mengenal Kalender Hijriah: Sejarah, Cara Perhitungan, dan Keunikannya yang Jarang Diketahui

Mengenal Kalender Hijriah: Sejarah, Cara Perhitungan, dan Keunikannya yang Jarang Diketahui

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
  • comment 0 komentar
Ilustrasi pengamatan hilal sebagai penanda awal bulan dalam kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.

Ilustrasi pengamatan hilal sebagai penanda awal bulan dalam kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.

INFO CIKARANG – Setiap kali memasuki Tahun Baru Islam atau 1 Muharram, masyarakat kerap mendengar istilah kalender Hijriah.

Kalender ini menjadi acuan penting dalam kehidupan umat Islam, terutama untuk menentukan waktu ibadah seperti Ramadan, Idulfitri, hingga Iduladha.

Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana kalender Hijriah terbentuk, mengapa berbeda dengan kalender Masehi, serta apa saja keunikan yang dimilikinya.

Awal Mula Kalender Hijriah pada Masa Khalifah Umar bin Khattab

Kalender Hijriah mulai digunakan secara resmi pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 638 Masehi.

Saat itu, wilayah kekuasaan Islam semakin luas sehingga diperlukan sistem penanggalan yang lebih teratur untuk keperluan administrasi.

Banyak surat dan dokumen penting yang tidak memiliki penanda tahun yang jelas, sehingga menimbulkan kebingungan dalam pencatatan.

Melalui musyawarah para sahabat Nabi Muhammad SAW, disepakati bahwa peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi dijadikan sebagai titik awal kalender Islam.

Peristiwa hijrah dipilih karena dianggap sebagai tonggak perubahan besar dalam sejarah Islam.

Mengapa Disebut Kalender Hijriah?

Istilah “Hijriah” berasal dari kata hijrah yang berarti perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Meskipun titik awalnya adalah peristiwa hijrah, penetapan tahun pertama kalender ini dimulai dari bulan Muharram, yang dianggap sebagai awal siklus baru masyarakat Arab saat itu.

Menggunakan Sistem Peredaran Bulan

Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan peredaran matahari.

Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan mengelilingi bumi. Setiap bulan terdiri dari 29 atau 30 hari berdasarkan pengamatan hilal atau bulan sabit.

Akibatnya, satu tahun Hijriah hanya memiliki 354 atau 355 hari, lebih pendek sekitar 10–11 hari dibandingkan kalender Masehi.

Perbedaan ini membuat tanggal-tanggal penting dalam Islam seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha selalu bergeser setiap tahun.

Susunan 12 Bulan dalam Kalender Hijriah

Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, yaitu:

1. Muharram

2. Safar

3. Rabiul Awal

4. Rabiul Akhir

5. Jumadil Awal

6. Jumadil Akhir

7. Rajab

8. Syaban

9. Ramadan

10. Syawal

11. Zulkaidah

12. Zulhijah

Di antara bulan tersebut, terdapat empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, yaitu Muharram, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah.

Keunikan Kalender Hijriah

Kalender Hijriah memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari kalender lainnya, di antaranya:

Menggunakan sistem peredaran bulan

Penentuan awal bulan melalui rukyatul hilal

Ibadah Islam mengikuti siklus kalender Hijriah

Memberikan pengalaman Ramadan di berbagai musim sepanjang hidup manusia

Tetap Relevan di Era Modern

Meski aktivitas modern lebih banyak menggunakan kalender Masehi, kalender Hijriah tetap memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam di seluruh dunia.

Penentuan hari besar Islam seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha sepenuhnya bergantung pada kalender ini.

Dengan memahami sejarah dan sistemnya, masyarakat dapat lebih mengenal salah satu warisan penting dalam peradaban Islam yang telah digunakan selama lebih dari 14 abad.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas jalur rel di Stasiun Bekasi Timur yang mulai dilalui kereta usai proses evakuasi.

    KRL Relasi Cikarang Bertahap Beroperasi Lagi Usai Kecelakaan Bekasi Timur, Tunggu Izin KNKT

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Layanan KRL relasi Cikarang mulai dipersiapkan untuk kembali beroperasi setelah kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Namun, pengoperasian masih menunggu hasil koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang tengah melakukan penyelidikan. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan pembukaan kembali layanan KRL belum bisa dilakukan tanpa persetujuan resmi. “Kalau sudah […]

  • Sopir Angkot vs BisKita: Persaingan Jalur di Pasar Bantargebang Memanas!

    Sopir Angkot vs BisKita: Persaingan Jalur di Pasar Bantargebang Memanas!

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

      INFO CIKARANG – Drama terjadi di kawasan Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa siang (14/01/2024). Belasan sopir angkutan umum menghadang armada Trans Bekasi Patriot (BisKita) yang diduga melintasi jalur operasional angkot mereka. Aksi ini sempat memicu ketegangan hingga hampir terjadi tindakan kekerasan dan perusakan. Menurut laporan warga, para sopir angkot memprotes BisKita yang melintasi jalur […]

  • Tak hanya Sanken, Pabrik Yamaha Music di Cibitung Juga akan Tutup, PHK Massal Mengancam?

    Tak hanya Sanken, Pabrik Yamaha Music di Cibitung Juga akan Tutup, PHK Massal Mengancam?

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle Kurniawan
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terus menghantui buruh di berbagai sektor industri di Indonesia. Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh Indonesia sebelum bulan Ramadan. Mereka mendesak pemerintah untuk segera melindungi buruh dari gelombang PHK yang semakin meluas. Presiden Partai Buruh […]

  • Pramuka Garuda Kabupaten Bekasi menunjukkan prestasi dengan seleksi ketat dan peluang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

    Keistimewaan Pramuka Garuda Kabupaten Bekasi, Seleksi Ketat hingga Peluang Masuk Kampus Tanpa Tes

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pramuka Garuda di Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan eksistensinya sebagai generasi unggul dengan berbagai keistimewaan, mulai dari proses seleksi yang ketat hingga peluang pendidikan yang terbuka luas. Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bekasi, R. Yana Suyatna, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini sebanyak 1.251 Pramuka Garuda telah dikukuhkan dari berbagai tingkatan. “Jumlah […]

  • Tiga Ruko Dilalap Api di Babelan, Tim Damkar Selamatkan Empat Orang

    Tiga Ruko Dilalap Api di Babelan, Tim Damkar Selamatkan Empat Orang

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil menyelamatkan empat orang dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan tiga ruko di Taman Kebalen, RT 007 RW 006, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Djoko WB, Komandan Regu Pleton VI, mengatakan keempat korban yang berhasil dievakuasi merupakan satu keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, […]

  • Gapura Roboh di Cikarang Utara Diduga Akibat Galian Pipa, Warga Minta Perbaikan Segera

    Gapura Roboh di Cikarang Utara Diduga Akibat Galian Pipa, Warga Minta Perbaikan Segera

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebuah gapura permanen yang terletak di Gang Kenanga Tiga, Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL), Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dilaporkan roboh pada Rabu sore, 18 Juni 2025. Menurut keterangan warga di lokasi, peristiwa tersebut terjadi diduga karena adanya proyek galian pipa air bersih milik PDAM Tirta Bagasasi yang posisinya terlalu […]

expand_less