Krisis Air Bersih Mulai Meluas di Kabupaten Bekasi, 7 Titik Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Warga mengambil air bersih di wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi saat musim kemarau 2026 mulai meluas. (Ilustrasi)
INFO CIKARANG – Musim kemarau 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya tujuh titik di dua kecamatan mulai terdampak kekeringan.
Kondisi ini menjadi tanda awal ancaman bencana hidrometeorologi yang diperkirakan akan meluas seiring meningkatnya intensitas musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan hingga Minggu (14/6/2026) kekeringan telah berdampak pada 641 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.650 jiwa.
“Saat ini bencana tersebut tersebar di Kecamatan Serang Baru dan Kecamatan Cibarusah,” ujar Muchlis dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, (17/6/2026).
Muchlis menjelaskan, dari tujuh titik yang terdampak, tiga titik berada di Kampung Nagasari, Kecamatan Serang Baru.
Sementara empat titik lainnya berada di Kampung Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Kondisi ini membuat sebagian warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak dan mandi.
BPBD memperkirakan dampak kekeringan masih berpotensi meluas apabila musim kemarau mencapai puncaknya dalam beberapa bulan mendatang.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan langkah penanganan darurat, seperti distribusi air bersih dan pemetaan wilayah rawan kekeringan.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar