Dua Pabrik Komponen Otomotif Asal Jepang Terancam PHK Ribuan Karyawan, Diduga Terkait Relokasi Produksi ke Vietnam
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 23 Jun 2026
- comment 0 komentar

Wacana PHK massal di sektor otomotif kembali mencuat setelah dua pabrik komponen otomotif asal Jepang dikabarkan berpotensi merelokasi produksi ke Vietnam, yang dapat berdampak pada ribuan pekerja di Indonesia.
INFO CIKARANG – Wacana pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar kembali mencuat di sektor industri otomotif nasional.
Dua pabrik komponen otomotif asal Jepang yang disebut-sebut akan melakukan pergeseran produksi ke luar negeri, yang berpotensi berdampak pada ribuan pekerja di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, dalam konferensi pers virtual.
Menurut Said, kedua perusahaan tersebut saat ini tengah mempertimbangkan perubahan arah bisnis dengan fokus pada pengembangan kendaraan listrik.
Dalam rencana tersebut, sebagian besar produksi disebut akan dipindahkan ke Vietnam.
“Ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya dikutip Selasa, (23/6/2026).
Ia menjelaskan, induk perusahaan yang berbasis di Jepang menilai pengembangan produksi kendaraan listrik di Vietnam lebih kompetitif dibandingkan Indonesia.
Kondisi tersebut mendorong adanya rencana relokasi sebagian fasilitas produksi.
“Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Mereka akan fokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia,” katanya.
Said tidak menyebut secara spesifik nama perusahaan yang dimaksud. Namun ia memberikan inisial PT J dan PT S sebagai dua entitas yang tengah menjadi sorotan dalam rencana tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kalangan serikat buruh, keputusan induk perusahaan dinilai dipengaruhi oleh kebijakan pengembangan industri kendaraan listrik di Vietnam yang dianggap lebih mendukung ekosistem produksi.
“Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terdampak PHK),” lanjutnya.
Said Iqbal yang juga menjabat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut pihaknya telah meminta organisasi pekerja di bawah naungan KSPI untuk melakukan komunikasi dengan perusahaan terkait, guna memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi apabila rencana tersebut benar terjadi.
Selain itu, ia juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk melaporkan perkembangan situasi ini kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar