Iming-imingi Uang Rp300 Ribu dan Bakso, Pria di Cikarang Barat Diduga Cabuli Anak Tetangga Usia 12 Tahun
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 10 Jul 2026
- comment 0 komentar

Ilustrasi pencabulan anak.
INFO CIKARANG – Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Seorang pria berinisial A, warga Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, diduga tega melakukan tindakan asusila terhadap B (12), yang merupakan anak tetangganya sendiri.
Kasus ini kini tengah menjadi sorotan setelah korban berani bersuara kepada orang tuanya.
Peristiwa kelam ini mulai terungkap pada Senin (6/7/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang masih duduk di bangku kelas 5 SD tersebut awalnya mengeluhkan sakit perut yang tidak kunjung sembuh kepada sang ibu.
Meskipun pihak keluarga sudah membawa korban berobat ke klinik sebanyak dua kali, kondisi kesehatan korban tidak menunjukkan perubahan.
Merasa ada yang tidak beres dan didorong rasa tidak nyaman yang terus berlanjut, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan kejadian pilu yang dialaminya.
Dugaan tindak pidana pencabulan ini bermula pada Kamis (25/6/2026).
Terduga pelaku, A, membujuk korban dengan iming-iming akan membelikan bakso serta memberikan uang sebesar Rp300.000.
Korban yang terpedaya kemudian diminta datang ke sebuah warung nasi goreng untuk bertemu.
Bukannya dibawa ke tempat makan, terduga pelaku justru membawa korban menggunakan sepeda motor menuju ke sebuah hotel di kawasan Cibitung.
Untuk mengelabui pihak hotel, pelaku meminta korban mengaku sebagai anaknya yang sedang mengungsi karena orang tuanya sedang bertengkar.
Di dalam kamar hotel tersebut, tindakan asusila diduga terjadi. Pelaku melakukan pelecehan seksual secara fisik terhadap korban.
Korban sempat melakukan perlawanan dan memberontak saat pelaku mencoba bertindak lebih jauh, hingga akhirnya korban terus menangis dan meminta pulang.
Setelah kejadian tersebut, pelaku mengantar korban kembali ke rumahnya dan memberikan uang sebesar Rp190.000 sebagai upaya agar korban bungkam.
Sejak peristiwa malam itu, korban kerap mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian sensitifnya, terutama saat buang air kecil.
Keluhan fisik inilah yang menjadi petunjuk awal bagi orang tua korban hingga akhirnya kedok pelaku terbongkar.
Kasus ini diharapkan segera mendapat penanganan serius dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi guna memberikan keadilan bagi korban serta pendampingan psikologis pasca trauma.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar