Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kisruh PT Epson Makin Memanas, Dugaan Penggelapan Dana Koperasi Rp3 Miliar Berujung Laporan Polisi dan Saling Serang

Kisruh PT Epson Makin Memanas, Dugaan Penggelapan Dana Koperasi Rp3 Miliar Berujung Laporan Polisi dan Saling Serang

  • account_circle Admin
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
Kuasa hukum Koperasi Karyawan PT Epson Indonesia memberikan keterangan terkait laporan dugaan penggelapan dana koperasi sekitar Rp3 miliar di Polres Metro Bekasi. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan

Kuasa hukum Koperasi Karyawan PT Epson Indonesia memberikan keterangan terkait laporan dugaan penggelapan dana koperasi sekitar Rp3 miliar di Polres Metro Bekasi. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

INFO CIKARANG – Perseteruan yang melibatkan manajemen, koperasi, dan serikat pekerja di PT Epson Indonesia kembali memanas.

Setelah sebelumnya diwarnai polemik hubungan industrial dan dugaan pemberangusan serikat pekerja (union busting), kini muncul laporan dugaan penggelapan dana koperasi senilai sekitar Rp3 miliar yang tengah ditangani aparat kepolisian.

Pengurus Koperasi Karyawan PT Epson Indonesia secara resmi melaporkan empat mantan pengurus dan mantan pekerja ke Polres Metro Bekasi atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.

Laporan tersebut disebut telah berjalan sekitar satu bulan dan saat ini masih berada pada tahap penyelidikan.

Kuasa Hukum Koperasi Karyawan PT Epson Indonesia, Salahudin Gaffar, mengatakan dugaan penyalahgunaan dana tersebut terungkap setelah dilakukan audit internal.

“Kerugian yang kami laporkan sekitar Rp3 miliar. Modusnya diduga melalui penarikan dana dari rekening koperasi yang kemudian dipindahkan ke rekening pribadi,” ujar Salahudin dikutip Kamis, (15/7/2026).

Menurutnya, dugaan transaksi tersebut terjadi sekitar April 2026. Nilai kerugian itu dinilai cukup besar mengingat koperasi memiliki aset hampir Rp40 miliar dan dana tersebut berkaitan dengan kepentingan ribuan anggota koperasi.

Salahudin menegaskan laporan tersebut merupakan perkara pidana yang berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan aksi demonstrasi maupun perselisihan hubungan industrial yang sebelumnya terjadi di lingkungan PT Epson Indonesia.

Bahkan, pihaknya menyebut penyidik juga akan mendalami kemungkinan adanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) apabila ditemukan unsur yang mengarah ke sana dalam proses penyidikan.

Di sisi lain, salah satu pihak yang dilaporkan berinisial AB membantah seluruh tuduhan tersebut.

Ia mengaku telah memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Bekasi dan memberikan klarifikasi mengenai asal-usul dana yang dipersoalkan.

Menurut AB, uang sekitar Rp3 miliar tersebut bukan berasal dari kas koperasi, melainkan dana milik serikat pekerja yang ditempatkan di koperasi melalui mekanisme kerja sama investasi.

Ia juga menjelaskan bahwa pemindahan dana ke rekening pribadinya dilakukan karena adanya kendala transaksi di pihak perbankan, sehingga dana sementara dikembalikan ke rekening atas namanya.

Selain membantah tuduhan penggelapan, AB turut mempertanyakan legalitas kepengurusan baru Koperasi Karyawan PT Epson Indonesia yang dibentuk melalui Rapat Luar Biasa.

Menurutnya, proses pembentukan pengurus baru tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi.

Konflik di PT Epson Indonesia tidak hanya berkaitan dengan dugaan penggelapan dana koperasi. Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI) juga telah melaporkan manajemen PT Epson Indonesia ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana union busting atau pemberangusan serikat pekerja.

Laporan tersebut didaftarkan pada 13 Mei 2026 dengan nomor registrasi STTLP/B/3446/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan saat ini ditangani oleh Desk Ketenagakerjaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Kasus tersebut muncul setelah serangkaian perselisihan hubungan industrial yang berujung pada aksi unjuk rasa para pekerja di kawasan industri Cikarang.

Hingga kini, baik laporan dugaan penggelapan dana koperasi maupun laporan dugaan union busting masih berproses di masing-masing institusi penegak hukum.

Aparat kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kedua perkara tersebut, sehingga seluruh pihak yang disebut dalam kasus ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan hukum yang berkekuatan tetap.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Insiden kecelakaan terjadi di Jalan Raya Lemahabang.

    Pemotor Terjepit Bus dan Truk di Lemahabang, Dievakuasi ke RS Annisa

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Lemahabang, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, tepat di depan RS Annisa, pada Senin (22/12/2025). Insiden tersebut melibatkan seorang pengendara sepeda motor yang terjepit di antara dua kendaraan besar saat arus lalu lintas tengah padat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor dengan nomor polisi B 4064 […]

  • Sisa Rp2 Triliun di APBD 2024, Pemkab Bekasi Diminta Genjot Serapan Anggaran

    Sisa Rp2 Triliun di APBD 2024, Pemkab Bekasi Diminta Genjot Serapan Anggaran

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2024 baru terserap 73,48 persen hingga akhir November. Dari total Rp7,7 triliun, masih tersisa Rp2 triliun menjelang tutup tahun. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, meminta pemerintah daerah segera memaksimalkan serapan anggaran, terutama di perangkat daerah yang memiliki tugas strategis. “Kami […]

  • Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang membantah mengetahui dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Ia mengaku baru menjabat sekitar sembilan bulan saat diperiksa KPK.

    Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Tahu Dugaan Suap Ijon Proyek, Sebut Baru 9 Bulan Menjabat

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang membantah mengetahui adanya praktik dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang kini menyeret namanya. Saat memberikan keterangan terkait pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ade mengaku masa jabatannya yang baru berjalan sekitar sembilan bulan membuat dirinya belum sepenuhnya memahami mekanisme pemerintahan daerah. Menurut […]

  • Tukang Jahit Dibunuh di Cikarang, Pelaku Ditangkap di Rumah Kerabat

    Tukang Jahit Dibunuh di Cikarang, Pelaku Ditangkap di Rumah Kerabat

    • calendar_month Ming, 22 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Polisi berhasil menangkap pria berinisial I (40), pelaku pembunuhan terhadap tukang jahit bernama Qodir (40) di Pasar Baru Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pelaku ditangkap pada Jumat (20/12/2024) malam di rumah kerabatnya di wilayah Kabupaten Bekasi, setelah sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat tinggal. “Pelaku (pembunuhan tukang jahit) ini berhasil kita tangkap dan sekarang […]

  • Warga Belum Dibayar, Kades Burangkeng Soroti Lambannya Validasi Lahan Tol Japek Selatan

    Warga Belum Dibayar, Kades Burangkeng Soroti Lambannya Validasi Lahan Tol Japek Selatan

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Proses pembayaran ganti rugi lahan proyek Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan di Kabupaten Bekasi kembali jadi sorotan. Sejumlah warga hingga kini belum menerima hak mereka, meski pengukuran dan penilaian tanah sudah rampung. Kepala Desa Burangkeng, Nemin, menyebut masalah utama ada pada proses validasi yang belum diselesaikan oleh pihak ATR/BPN Kabupaten Bekasi. “Kalau validasi […]

  • Ilustrasi tikus yang menjadi salah satu reservoir utama penyebaran virus Hanta.

    Kasus Hanta Virus Mulai Jadi Sorotan di Jabodetabek, Kabupaten Bekasi Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Penyebaran virus Hanta atau hantavirus mulai menjadi perhatian serius di wilayah Jabodetabek. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi meningkatkan kewaspadaan dengan menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk memperkuat pengawasan dan deteksi dini. Langkah antisipasi itu dilakukan melalui surat edaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi bernomor 400.7.7.1/5943/Dinkes/2026 yang diterbitkan pada 11 Mei 2026. Dalam surat […]

expand_less