Ngeri! Dua Remaja Jadi Korban Begal di Bulak Lebar Sukatani, Warga Sebut Lokasi Sudah Berulang Kali Makan Korban
- account_circle Admin
- calendar_month Ming, 21 Jun 2026
- comment 0 komentar

Kondisi Jalan Raya Warung Satu-Tambelang di kawasan Bulak Lebar, Desa Banjarsari, Sukatani, yang disebut warga rawan aksi kriminalitas pada malam hingga dini hari.
INFO CIKARANG – Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan warga Kabupaten Bekasi.
Dua orang remaja dilaporkan menjadi korban pembegalan di Jalan Raya Warung Satu-Tambelang, tepatnya sebelum SPBU Bulak Lebar, Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 00.30 WIB.
Informasi mengenai kejadian itu pertama kali beredar melalui unggahan warga di media sosial yang menyebut korban merupakan kerabat dari salah satu pengguna akun.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan kedua remaja menjadi sasaran pelaku saat melintas di ruas jalan yang selama ini dikenal cukup sepi pada malam hingga dini hari.
Warga menyebut lokasi sebelum SPBU Bulak Lebar bukan kali pertama menjadi tempat terjadinya aksi kejahatan serupa.
Bahkan, menurut informasi yang beredar, sudah ada sedikitnya dua kejadian pembegalan yang terjadi di kawasan tersebut dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin khawatir, terutama bagi pengguna jalan yang harus melintas pada malam hari untuk bekerja maupun beraktivitas.
“Sudah beberapa kali ada kejadian di lokasi yang sama. Semoga aparat bisa lebih sering patroli supaya masyarakat merasa aman,” tulis seorang warganet dalam unggahan yang beredar.
Jalan Raya Warung Satu-Tambelang memang dikenal memiliki sejumlah titik yang minim penerangan dan relatif sepi pada jam-jam tertentu.
Situasi tersebut diduga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.
Warga berharap aparat kepolisian dan pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan serta patroli rutin, khususnya pada malam hingga dini hari di sepanjang jalur tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada saat berkendara, terutama ketika melintas seorang diri atau pada jam-jam rawan.
Pengendara disarankan menghindari berhenti di lokasi yang sepi, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalan raya.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar