Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Temuan BPK Soal Dugaan Pemborosan Rp24,56 Miliar di DLH Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD Pertanyakan Pengelolaan Alat Berat

Temuan BPK Soal Dugaan Pemborosan Rp24,56 Miliar di DLH Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD Pertanyakan Pengelolaan Alat Berat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Tumpukan sampah di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Temuan BPK terkait pengelolaan alat berat senilai Rp24,56 miliar menjadi perhatian DPRD, sementara DLH menegaskan tidak ada kerugian negara dan menyebut persoalan bersifat administratif.

Tumpukan sampah di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Temuan BPK terkait pengelolaan alat berat senilai Rp24,56 miliar menjadi perhatian DPRD, sementara DLH menegaskan tidak ada kerugian negara dan menyebut persoalan bersifat administratif.

INFO CIKARANG – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait dugaan pemborosan anggaran sewa alat berat senilai Rp24,56 miliar di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menjadi perhatian serius Panitia Khusus (Pansus) XVI DPRD Kabupaten Bekasi.

Pembahasan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Juli 2026.

Salah satu temuan yang paling disorot berkaitan dengan pengadaan sewa excavator dan bulldozer di UPTD TPA Burangkeng.

Juru Bicara Pansus XVI DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, mengungkapkan bahwa hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi.

Namun, DLH Kabupaten Bekasi menjadi satu-satunya dinas yang tidak hadir dalam pembahasan tersebut.

“Seluruh OPD dan kepala dinas yang kami undang hadir, kecuali Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Saeful.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Pemerintah Kabupaten Bekasi menganggarkan belanja sewa alat berat sebesar Rp24,56 miliar, sementara masih terdapat 12 unit alat berat milik pemerintah daerah dengan nilai aset sekitar Rp24,06 miliar yang tercatat dalam kondisi baik, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, BPK juga mencatat sejumlah indikasi permasalahan dalam proses pengadaan, mulai dari dugaan pengondisian paket pekerjaan, proses negosiasi yang berlangsung singkat, hingga dugaan penggunaan alat berat oleh penyedia sebelum kontrak resmi ditandatangani.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro, enggan memberikan penjelasan terkait temuan tersebut dan meminta agar seluruh pertanyaan disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

“Ke Dinas saja,” katanya singkat.

Ia juga menambahkan bahwa penjelasan lebih rinci sebaiknya disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sementara itu, Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, membantah anggapan bahwa temuan BPK menunjukkan adanya kerugian negara. Menurutnya, hasil pemeriksaan lebih mengarah pada persoalan administratif.

“Kalau misalkan kerugian negara kan enggak ada, cuma administratif saja,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, 12 unit alat berat yang menjadi sorotan BPK saat ini sedang dipersiapkan untuk dioptimalkan penggunaannya di sejumlah UPTD dalam rangka mendukung penanganan sampah liar di wilayah Kabupaten Bekasi.

Ia juga menilai bahwa status aset yang tercatat “baik” secara administrasi belum tentu menggambarkan kondisi operasional di lapangan.

“Ada alat yang baru beroperasi tiga sampai empat jam mesinnya sudah panas lalu berhenti lagi. Banyak kejadian seperti itu,” jelasnya.

Selain kendala teknis, DLH juga mengaku masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk mendistribusikan alat berat ke masing-masing UPTD. Kebutuhan gudang penyimpanan, biaya perawatan, hingga pengadaan bahan bakar minyak (BBM) disebut menjadi faktor yang menghambat optimalisasi penggunaan aset tersebut.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Semeru, menegaskan komitmen Kejari dalam mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan transparan dan tepat sasaran.

    Kejari Kabupaten Bekasi Awasi Program Makan Bergizi Gratis, Masyarakat Diminta Aktif Melapor

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bekasi agar berjalan optimal, transparan, dan tepat sasaran. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Semeru, mengatakan pengawasan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Jaga Dapur Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Kejaksaan Agung RI. Menurutnya, […]

  • Warga Kampung Buni Asih mengeluhkan pemagaran akses jalan oleh PT Villa Desta yang diduga dilakukan tanpa musyawarah dengan masyarakat sekitar.

    Akses Jalan Warga Kp. Buni Asih Diduga Dipagari oleh PT Villa Desta

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Kampung Buni Asih mengeluhkan adanya pemagaran akses jalan yang selama ini digunakan sebagai jalur utama aktivitas masyarakat. Pemagaran tersebut diduga dilakukan oleh pihak PT Villa Desta tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu dengan warga sekitar. Akses jalan tersebut diketahui telah digunakan warga selama bertahun-tahun untuk keperluan sekolah, bekerja, hingga distribusi hasil usaha […]

  • Libur Nataru, timbulan sampah di Kota Bekasi tembus 55 ton.

    DLH Kota Bekasi Catat Timbulan Sampah Nataru Capai 55 Ton, Pengendalian Dinilai Optimal

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mencatat total timbulan sampah selama momen libur Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai 55 ton. Meski aktivitas masyarakat meningkat, pengelolaan sampah dinilai berjalan terkendali. Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan langkah pengendalian sampah telah dilakukan sejak perayaan Natal hingga malam pergantian tahun. Pada […]

  • Volume Sampah di Kabupaten Bekasi Melejit Usai Lebaran, Warga Masih Kerap Buang Sembarangan

    Volume Sampah di Kabupaten Bekasi Melejit Usai Lebaran, Warga Masih Kerap Buang Sembarangan

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Saat ini, menggunungnya volume tumpukan sampah di Kabupaten Bekasi menjadi masalah serius, terutama setelah momen Lebaran berakhir. Tercatat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sejak akhir Ramadan volume sampah mulai naik. Kenaikan tumpukan sampah ini terjadi khususnya pada Kamis, 27 Maret 2025, dengan jumlah yang mencapai 849 ton. Angka ini jauh di atas […]

  • KPUD Kabupaten Bekasi Gelar Pengundian dan Penetapan Nomer Urut Paslon Bupati 2024

    KPUD Kabupaten Bekasi Gelar Pengundian dan Penetapan Nomer Urut Paslon Bupati 2024

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    InfoCikarang.id (Kedungwaringin),- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi telah usai menggelar agenda pengundian nomor urut terhadap tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi 2024. Kegiatan pengundian nomor urut dilakukan di Kantor KPU setempat, Senin (23/9) sekitar pukul 09:00 WIB.  Penetapan nomor urut ini melalui rapat pleno terbuka […]

  • Misteri Sertifikat Tanah 11 Hektar di Bekasi: dari Darat Tiba-Tiba Pindah ke Perairan Paljaya

    Misteri Sertifikat Tanah 11 Hektar di Bekasi: dari Darat Tiba-Tiba Pindah ke Perairan Paljaya

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kasus pagar laut di Bekasi masih menuai sorotan, dan sedikit demi sedikit fakta baru terkait masalah ini pun terkuak. Termasuk yang baru-baru ini terungkap, yakni mengenai pemindahan misterius sertifikat tanah ke area laut yang membuat heboh warga Kabupaten Bekasi. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan bahwa sertifikat […]

expand_less