Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kota Bekasi vs Kabupaten Bekasi: Pola Korupsi yang Berulang di Pusat Industri Penyangga Ibu Kota

Kota Bekasi vs Kabupaten Bekasi: Pola Korupsi yang Berulang di Pusat Industri Penyangga Ibu Kota

  • account_circle T.T
  • calendar_month Ming, 21 Des 2025
  • comment 0 komentar
Benang merah korupsi Bekasi ada pada politik dan proyek.

Benang merah korupsi Bekasi ada pada politik dan proyek.

INFO CIKARANG — Bekasi baik kota maupun kabupaten selama bertahun-tahun dikenal sebagai wilayah strategis penyangga Jakarta.

Kawasan ini bukan hanya padat penduduk, tetapi juga menjadi magnet investasi, pusat industri, dan simpul proyek infrastruktur bernilai triliunan rupiah.

Namun, di balik geliat ekonomi tersebut, Bekasi juga menyimpan catatan kelam soal tata kelola kekuasaan: korupsi kepala daerah yang berulang lintas generasi.

Jika ditarik ke belakang, kasus-kasus korupsi di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi menunjukkan satu benang merah yang sama yakni politik kekuasaan yang bertemu dengan proyek dan rente ekonomi.

Kota Bekasi: Dari Mochtar Muhammad hingga Rahmat Effendi

Di Kota Bekasi, publik tentu belum lupa kasus Mochtar Muhammad, Wali Kota Bekasi yang pada 2010 terjerat kasus korupsi pengadaan alat pemadam kebakaran.

Perkara tersebut membuka tabir bagaimana pengadaan barang dan jasa menjadi ladang empuk penyalahgunaan wewenang.

Satu dekade kemudian, pola itu nyaris terulang tanpa banyak perubahan.

Rahmat Effendi, wali kota yang sempat dikenal dekat dengan warga dan memiliki citra populis, justru tertangkap KPK dalam kasus suap terkait pengadaan lahan dan proyek di lingkungan Pemkot Bekasi.

Kasus Rahmat Effendi mempertegas bahwa korupsi bukan semata soal individu, melainkan bagian dari sistem yang memungkinkan transaksi kekuasaan berlangsung nyaris tanpa hambatan.

Di Kota Bekasi, proyek pembangunan, perizinan, dan tata ruang kerap menjadi arena tarik-menarik kepentingan antara pejabat, pengusaha, dan elite politik lokal.

Kabupaten Bekasi: Dari Neneng Hasanah Yasin hingga Ade Kuswara Kunang

Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, sejarah tak kalah kelam. Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi periode sebelumnya, ditangkap KPK pada 2018 dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Kasus ini menjadi simbol betapa izin dan tata ruang di Kabupaten Bekasi memiliki nilai ekonomi yang luar biasa besar dan rawan disalahgunakan.

Ironisnya, kasus Neneng seolah tak menjadi pelajaran kolektif. Publik kembali dikejutkan dengan perkara terbaru yang menjerat Ade Kuswara Kunang, bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi.

Ade terpilih pada Pilkada Serentak 27 November 2024 dan dilantik pada Februari 2025.

Usia muda dan narasi regenerasi kepemimpinan sempat menumbuhkan harapan akan perubahan. Namun, harapan itu runtuh hanya dalam hitungan bulan.

Dugaan Korupsi Sejak Hari Pertama: Skema ‘Ijon Proyek’

Berdasarkan keterangan KPK, dugaan korupsi yang menjerat Ade Kuswara Kunang justru bermula sejak awal masa jabatannya.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap bahwa Ade diduga menjalin komunikasi dengan pihak swasta bernama Sarjan (SRJ), yang selama ini dikenal sebagai penyedia paket proyek di Pemkab Bekasi.

Dari komunikasi tersebut, KPK menduga adanya praktik ‘ijon proyek’ pemberian uang di muka sebelum proyek resmi berjalan.

Skema ini bukan hal baru dalam dunia korupsi daerah, tetapi tetap mematikan.

Uang ijon berfungsi sebagai ‘jaminan’ agar proyek jatuh ke pihak tertentu, sekaligus mengunci proses lelang agar hanya formalitas.

Praktik ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kualitas pembangunan.

Proyek tidak lagi dimenangkan oleh yang paling kompeten, melainkan oleh yang paling dekat dengan kekuasaan.

Kasus Ade Kuswara Kunang menjadi tamparan keras bagi narasi bahwa kepemimpinan muda identik dengan pemerintahan bersih.

Fakta ini menunjukkan bahwa usia bukan jaminan integritas jika sistem politik dan birokrasi tetap permisif terhadap praktik rente.

Baik di Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi, korupsi tampak bukan sebagai anomali, melainkan pola yang berulang.

Kepala daerah datang dan pergi, tetapi skema permainan suap, proyek, perizinan, dan kedekatan dengan pengusaha tetap lestari.

Dampak Sosial: Kepercayaan Publik yang Tergerus

Yang paling dirugikan dari rangkaian kasus ini bukan hanya negara secara finansial, tetapi masyarakat Bekasi.

Kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah terus terkikis. Setiap kasus baru menambah skeptisisme warga terhadap janji kampanye, jargon perubahan, dan citra bersih yang ditampilkan saat pemilihan.

Bekasi akhirnya terjebak dalam lingkaran setan seperti pembangunan besar-besaran, anggaran jumbo, elite politik kuat, tetapi pengawasan lemah.

  • Penulis: T.T

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Job Fair Bekasi Ricuh, Jadi Bukti Pengangguran Struktural Bukan Isapan Jempol

    Job Fair Bekasi Ricuh, Jadi Bukti Pengangguran Struktural Bukan Isapan Jempol

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Job fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi pada Selasa, 27 Mei 2025, diwarnai kericuhan akibat membludaknya pencari kerja. Lebih dari 25.000 pelamar memadati lokasi, padahal jumlah lowongan yang ditawarkan hanya sekitar 2.000 posisi. Kondisi ini disorot tajam oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, yang menilai insiden tersebut mencerminkan betapa mendesaknya […]

  • Puncak Hujan 2024, BPBD Bekasi Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

    Puncak Hujan 2024, BPBD Bekasi Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang. Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada akhir Desember 2024 hingga Januari 2025. Dodi Supriadi selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi mengatakan bahwa pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada […]

  • Festival Kulineria Makanan Bercerita: Meriahkan Cikarang dengan 120 Booth Kuliner

    Festival Kulineria Makanan Bercerita: Meriahkan Cikarang dengan 120 Booth Kuliner

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Siapkan diri Anda untuk merasakan pengalaman kuliner yang luar biasa! Festival Kulineria Makanan Bercerita akan digelar di Mall AEON Deltamas, Cikarang, mulai dari 15 Maret hingga 6 April 2025. Acara ini akan menampilkan beragam kuliner dari seluruh penjuru Indonesia dengan total 120 booth kuliner yang siap memanjakan lidah pengunjung. Festival ini akan […]

  • Petugas kepolisian berjaga di lokasi relokasi pasar tumpah Cikarang untuk memastikan proses penataan berjalan aman dan tertib.

    Kondisi Terkini Relokasi Pasar Tumpah Cikarang, Aparat Kepolisian Masih Berjaga

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Proses relokasi pasar tumpah di wilayah Cikarang terus berjalan. Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau relatif kondusif dengan kehadiran sejumlah petugas kepolisian yang masih berjaga untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Berdasarkan pantauan di lapangan, aparat kepolisian disiagakan di beberapa titik strategis yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas pasar tumpah. Pengamanan dilakukan untuk […]

  • Gerak Cepat, Kades Ciantra Cikarang Pakai Alat Sendiri Demi Atasi Banjir di Perumahan Bekasi

    Gerak Cepat, Kades Ciantra Cikarang Pakai Alat Sendiri Demi Atasi Banjir di Perumahan Bekasi

    • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kepala Desa Ciantra, yang akrab disapa Bang Bulle, menunjukkan respons cepat terhadap keluhan warga terkait masalah saluran air di kawasan Perumahan Kota Damai Lestari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Tanpa menunggu proses panjang, ia langsung menggerakkan alat berat miliknya untuk melakukan normalisasi kali di kawasan tersebut pada Selasa, 8 April 2025. Langkah ini […]

  • Warga Setu, Kabupaten Bekasi, dihebohkan penemuan 21 karung berisi uang rupiah asli di TPS liar.

    Heboh 21 Karung Uang Cacahan Pecahan Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Ditemukan di TPS Liar Setu Bekasi

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle T.T
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Warga Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan 21 karung berisi uang rupiah cacahan asli di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Potongan uang yang ditemukan diketahui berasal dari pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu, sehingga memicu perhatian luas masyarakat sekitar. Penemuan uang cacahan tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang sedang […]

expand_less