Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Kecelakaan Kerja Maut: Eskavator Amfibi Renggut Nyawa di Rawalumbu

Kecelakaan Kerja Maut: Eskavator Amfibi Renggut Nyawa di Rawalumbu

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Sen, 23 Des 2024
  • comment 0 komentar

Foto: Ilustrasi

INFO CIKARANG– Kecelakaan kerja yang memilukan terjadi di Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (20/12/2024). Seorang pekerja berinisial HRF meninggal dunia setelah tertimpa alat berat jenis eskavator di lokasi proyek. Kejadian ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan kini dalam penanganan Polsek Rawalumbu.

Kronologi Kejadian

Insiden tragis ini bermula ketika tujuh karyawan PT Yura Engineering, termasuk HRF, tiba di lokasi proyek di Jalan Neman Jaya No. 100 sekitar pukul 08.00 WIB. Pada siang hari, sekitar pukul 14.05 WIB, mereka mulai memindahkan alat berat eskavator amfibi menggunakan crane berkapasitas 25 ton.

Namun, sekitar pukul 14.41 WIB, eskavator yang sedang diangkat tiba-tiba terguling ke arah kanan. HRF, yang berada hanya dua meter dari lokasi pengangkatan, tertimpa alat berat tersebut. “Eskavator yang terguling menimpa kepala korban,” ujar Ade Ary, memberikan keterangan resmi.

HRF segera dilarikan ke Rumah Sakit Primaya Bekasi Timur pada pukul 14.50 WIB, tetapi sayangnya nyawanya tidak tertolong.

Investigasi Berlanjut

Kasus kecelakaan kerja ini kini dalam penyelidikan Polsek Rawalumbu. Pihak berwenang sedang mendalami penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk apakah ada kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja.

Pentingnya Keselamatan Kerja

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya penerapan protokol keselamatan kerja yang ketat, terutama saat menangani alat berat. Penggunaan alat seperti eskavator dan crane memerlukan perencanaan yang matang serta pengawasan ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Duka mendalam dirasakan oleh keluarga korban dan rekan kerja. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi untuk selalu mengutamakan keselamatan pekerja.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting), termasuk LPG 3 kilogram, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Lebaran.

    Pemerintah Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman hingga Lebaran, Warga Diminta Jangan Panik

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying menjelang Idulfitri 2026. Pemkab memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting), termasuk LPG 3 kilogram, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Lebaran. Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama Ramadan yang kerap memicu […]

  • Masjid Al-Makmur Bekasi Utara menjadi sasaran pencurian, tiga kotak amal dibobol.

    Maling Bobol Tiga Kotak Amal Masjid Al-Makmur Bekasi Utara, Uang Jamaah Raib Jutaan Rupiah

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Aksi pencurian menyasar Masjid Al-Makmur yang berlokasi di Jalan KH Moctar Tabrani, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Sebanyak tiga kotak amal dibobol maling dan uang sumbangan jamaah ditaksir mencapai jutaan rupiah raib. Aksi pencurian itu terekam kamera pengawas (CCTV) masjid. Dalam rekaman terlihat pelaku beraksi seorang diri dengan cukup santai. Pelaku mengenakan […]

  • Komisi III DPR minta OJK cabut aturan debt collector

    Komisi III DPR Desak OJK Hapus Aturan Debt Collector Usai Rentetan Kekerasan Penagihan Utang

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Komisi III DPR RI meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencabut aturan yang memperbolehkan penagihan utang melalui pihak ketiga atau debt collector. Desakan ini muncul setelah kembali terjadinya praktik penagihan utang yang berujung pada tindak pidana, bahkan menelan korban jiwa. Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPR Abdullah merespons peristiwa penagihan utang […]

  • Geger Penemuan Pria Bersimbah Darah di Bekasi, Polisi Pastikan Korban Kecelakaan Tunggal

    Geger Penemuan Pria Bersimbah Darah di Bekasi, Polisi Pastikan Korban Kecelakaan Tunggal

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan gerbang Perumahan Aqila Pratama Residence, Kampung Kempes, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Minggu (15/6/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat pertama kali ditemukan warga, korban mengalami kejang hebat dengan luka berat di kepala, sementara sebuah sepeda motor tergeletak tidak jauh […]

  • Dedi Mulyadi ambil langkah tegas soal izin pembangunan perumahan di Jabar.

    Dedi Mulyadi Blokir Izin Perumahan Sementara di Seluruh Jabar

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara penerbitan izin pembangunan perumahan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Kebijakan ini sebelumnya hanya diterapkan di kawasan Bandung Raya, namun kini berlaku menyeluruh. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 180/HUB.03.08.02/DISPERKIM, tertanggal 13 Desember 2025, terkait penghentian sementara […]

  • Sejumlah guru honorer menyuarakan keluh kesah terkait kesejahteraan dan kebijakan pemerintah melalui media sosial.

    Guru Honorer Curhat di Media Sosial, Gaji Disebut Lebih Kecil dari Sopir Program MBG

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Sejumlah guru honorer menyuarakan keluh kesah mereka terkait kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN. hati tersebut beredar luas di media sosial dan menuai perhatian publik. Dalam unggahan yang beredar, para guru honorer mengaku hanya bisa menahan tangis melihat kondisi penghasilan yang mereka terima selama bertahun-tahun mengabdi […]

expand_less