Bakakak Ayam hingga Doa Bersama, Tradisi Babarit di Cibening Setu Jadi Momen Warga Sambut Muharam
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Warga Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengikuti tradisi Babarit dengan membawa berbagai hidangan khas sebagai bentuk rasa syukur menyambut Bulan Muharam.
INFO CIKARANG – Menjelang datangnya Bulan Muharam, suasana penuh kebersamaan terlihat di Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Warga setempat kembali menggelar tradisi Babarit, sebuah tradisi turun-temurun yang masih terus dijaga hingga saat ini.
Kegiatan yang digelar pada Minggu, 21 Juni 2026 tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Sejak sore hari, warga mulai berdatangan dengan membawa berbagai hidangan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama setelah rangkaian doa selesai dilaksanakan.
Salah satu sajian yang paling mencuri perhatian adalah bakakak ayam yang tersaji bersama aneka makanan khas kampung lainnya.
Hidangan tersebut kemudian disusun dan disantap bersama oleh warga yang hadir.
Anak-anak, remaja, hingga para orang tua tampak berbaur dalam kegiatan yang menjadi salah satu tradisi penting masyarakat Sunda tersebut.
Bagi warga Desa Cibening, Babarit bukan sekadar acara makan bersama. Tradisi ini memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan sekaligus menjadi sarana memanjatkan doa menjelang datangnya Tahun Baru Islam.
Dalam pelaksanaannya, warga duduk bersama tanpa membedakan status sosial maupun usia.
Mereka mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat sebelum kemudian menikmati hidangan yang telah disiapkan secara gotong royong.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi pemandangan yang selalu hadir setiap kali tradisi Babarit digelar.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa tradisi tersebut terus dipertahankan karena mengandung nilai-nilai positif yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat.
“Tradisi ini mengajarkan kebersamaan, gotong royong, saling peduli, dan memperkuat silaturahmi antarwarga. Karena itu kami berusaha agar tradisi ini tetap dilestarikan,” ujarnya.
Dalam perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat Desa Cibening berupaya menjaga warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan waktu.
Mereka juga berharap generasi muda dapat terus mengenal dan melanjutkan tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Melalui kegiatan Babarit, warga tidak hanya menyambut datangnya Bulan Muharam, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Tradisi tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat modern, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan rasa syukur merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar